Tribun Podcast
Rawan Longsor, Olele Gorontalo Diprogramkan Mitigasi Jangka Panjang Mulai 2027
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menegaskan posisinya sebagai leading sector
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
Lebih lanjut, Achril mengapresiasi peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam penanganan darurat, mulai dari gotong royong hingga penggunaan alat manual sebelum alat berat tiba di lokasi.
Selain itu, BPBD Bone Bolango juga telah menyusun dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) serta Rencana Kontingensi (Renkon) untuk berbagai jenis bencana, seperti banjir dan longsor.
Dokumen tersebut menjadi acuan bagi pemerintah, lembaga, hingga pihak swasta dalam perencanaan pembangunan.
“Semua ada di dokumen itu. Jadi kalau ada kegiatan pembangunan, harus mengacu ke KRB agar tahu risikonya,” jelas Achril.
Ia menegaskan, bencana tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko.
“Bencana ini tidak pernah kita harapkan, tapi kita harus selalu siap,” pungkasnya.
Terakhir, BPBD Bone Bolango mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan bencana alam. (* /Jefri Potabuga*)