Tribun Podcast
Rawan Longsor, Olele Gorontalo Diprogramkan Mitigasi Jangka Panjang Mulai 2027
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menegaskan posisinya sebagai leading sector
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
Selain itu, BPBD juga menjalankan program Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Sekolah Aman Bencana.
Untuk program Destana, BPBD menargetkan pembentukan lima desa setiap tahun. Namun, realisasinya kerap disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Tahun kemarin targetnya lima desa, tapi yang terealisasi hanya dua. Alhamdulillah sekarang ada kerja sama dengan perguruan tinggi, sehingga mahasiswa KKN dan magang bisa dilibatkan,” katanya.
Dalam satu Desa Tangguh Bencana, dibentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) desa yang beranggotakan minimal 10 orang. Tim ini dibekali pelatihan serta peralatan dasar kebencanaan.
“Mereka nanti jadi sumber informasi awal saat terjadi bencana di desa. Kami latih dan bekali tas rescue serta peralatan dasar,” jelas Achril.
Sementara untuk program Sekolah Aman Bencana, Achril menyebut cakupannya sudah hampir merata di Bone Bolango.
Program ini didukung oleh anggaran khusus dari sekolah, dengan BPBD berperan sebagai pendamping.
Longsor Olele dan Mitigasi Jangka Panjang
Menanggapi longsor yang kerap terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi wilayah Olele, Achril menilai tingkat risikonya masih dalam kategori sedang, karena tidak berada di kawasan permukiman penduduk.
“Risikonya sedang, karena di bawahnya bukan wilayah berpenduduk. Tapi tetap harus waspada karena ini akses vital,” ujarnya.
Menurut Achril, longsor di Olele dipicu oleh kondisi tanah berpasir yang labil serta adanya retakan di bagian atas bukit sejauh 50 hingga 60 meter dari tepi jalan. Saat hujan turun, material tanah dan batu dengan mudah bergelinding ke badan jalan.
BPBD terus berkoordinasi dengan Balai Jalan, mengingat ruas tersebut merupakan jalan nasional. Saat ini, wilayah Olele telah masuk dalam program mitigasi jangka panjang Balai Jalan dan direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2027.
“Nanti akan dibuat lebih landai dan dibangun dinding penahan tebing. Itu mitigasi jangka panjangnya,” kata Achril.
Sementara untuk tahun 2026, penanganan masih difokuskan pada pembersihan material longsor agar arus lalu lintas tetap berjalan normal.
BPBD juga memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin untuk mencegah kemacetan berkepanjangan.
“Kalau bisa satu jam bersih, kita bersihkan. Tergantung besar kecilnya longsor,” ujarnya.