Viral Gorontalo
Viral Video Eskavator di Taman Nasional Bogani Gorontalo, Sekda dan Camat Suwawa Timur Angkat Bicara
Beredarnya video yang memperlihatkan satu unit alat berat jenis ekskavator membuka lahan di kawasan Taman Nani Bogani, Kabupaten Bone Bolango
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-eskavator-dan-Camat-Suwawa-Timur-Abdul-Karim-Tangahu.jpg)
“Pak Kapolres tegas, data korban harus valid, siapa yang dicari, laki-laki atau perempuan, dan bagaimana pertanggungjawaban anggarannya,” ujarnya.
Abdul Karim juga menegaskan bahwa penggunaan alat berat wajib mendapat rekomendasi dari instansi pertambangan.
Namun di luar dugaan, satu unit ekskavator tiba-tiba sudah berada di Desa Tulabolo.
“Saya kaget, karena saya masih menunggu surat balasan dari Polda, tapi alat sudah ada di lapangan,” ujarnya.
Beberapa hari kemudian, masyarakat melaporkan bahwa ekskavator sudah berada di wilayah Sabua Empat dan mulai membuka jalan.
“Masyarakat datang bilang alat sudah ada di Sabua Empat dan mulai buka jalan. Waktu saya telepon lagi, nomor beliau sudah tidak aktif,” ujarnya.
Melihat kondisi itu, Abdul Karim segera menghubungi Kasat Intel Polres Bone Bolango. Tak lama kemudian, aparat kepolisian turun ke lokasi dan menghentikan aktivitas alat berat tersebut.
“Alhamdulillah, sekitar tiga hari lalu alat berat itu sudah dihentikan oleh Kapolsek bersama anggota dan para penambang,” ujarnya.
Ia memastikan saat ini tidak ada lagi aktivitas ekskavator di kawasan tersebut.
“Sekarang sudah tidak ada aktivitas. Alatnya berhenti, kunci dan dokumen operator juga sudah diamankan,” katanya.
Abdul Karim menegaskan, karena tidak ada balasan resmi dari Polda, ia tidak berani merekomendasikan kegiatan tersebut.
“Saya tidak bisa ambil risiko. Harus ada dasar hukum yang jelas,” ujarnya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)