Rabu, 4 Maret 2026

Viral Gorontalo

Viral Video Eskavator di Taman Nasional Bogani Gorontalo, Sekda dan Camat Suwawa Timur Angkat Bicara

Beredarnya video yang memperlihatkan satu unit alat berat jenis ekskavator membuka lahan di kawasan Taman Nani Bogani, Kabupaten Bone Bolango

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Viral Video Eskavator di Taman Nasional Bogani Gorontalo, Sekda dan Camat Suwawa Timur Angkat Bicara
TribunGorontalo.com/TribunGorontalo.com/Tangkapan layar
VIDEO VIRAL -- Kolase foto eskavator dan Camat Suwawa Timur Abdul Karim Tangahu saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (12/1/2026). Belakangan beredar video eskavator masuk di Taman Nasional Bogani. 

Ringkasan Berita:
  • Video Ekskavator di Taman Nani Bogani memicu tanda tanya publik
  • Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa menegaskan pencarian korban longsor telah ditutup resmi sejak beberapa tahun lalu
  • Jadikan ramalan zodiak ini sekadar hiburan atau motivasi

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Beredarnya video yang memperlihatkan satu unit alat berat jenis ekskavator membuka lahan di kawasan Taman Nani Bogani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, memicu tanda tanya publik.

Video ramai dibagikan sejak beberapa hari terakhir dan menimbulkan spekulasi adanya aktivitas tambang maupun upaya pembukaan kembali lokasi longsor lama.

Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, memberikan penjelasan resmi terkait kronologi mobilisasi alat berat tersebut.

Iwan menjelaskan, informasi awal yang diterima pemerintah daerah berasal dari surat permohonan Forum Penambang yang menyampaikan rencana melanjutkan pencarian korban longsor yang terjadi beberapa tahun lalu.

“Awalnya memang ada surat dari Forum Penambang yang masuk, isinya menyampaikan rencana melanjutkan pencarian korban longsor lama atas permintaan keluarga korban,” kata Iwan, Senin (12/1/2026).

Ia menegaskan, operasi pencarian korban longsor tersebut sebenarnya telah ditutup secara resmi beberapa tahun lalu setelah dilakukan pencarian bersama Basarnas, TNI–Polri, dan instansi terkait.

“Dulu pencarian itu sudah disepakati bersama dan ditutup secara resmi. Artinya secara kelembagaan memang sudah selesai,” ujarnya.

Menurut Iwan, rencana membuka kembali pencarian tidak bisa dilakukan sepihak karena menyangkut banyak aspek penting, mulai dari keselamatan, hukum, hingga status kawasan.

“Kalau mau dibuka kembali, tidak bisa sepihak. Harus duduk bersama semua pihak, karena ini menyangkut keamanan, aspek hukum, dan tanggung jawab kelembagaan,” katanya.

Ia menambahkan, hal pertama yang harus dipastikan adalah kejelasan identitas korban yang akan dicari serta laporan resmi dari pihak keluarga.

“Yang dicari itu siapa, keluarganya siapa, harus jelas dulu. Tidak bisa hanya berdasarkan informasi lisan atau asumsi,” ujarnya.

Selain itu, pencarian berskala besar membutuhkan mobilisasi alat berat yang memiliki risiko tinggi.

“Penggunaan ekskavator ini berisiko. Bisa saja terjadi longsor susulan. Ini bukan hal kecil, harus dimitigasi dengan serius,” kata Iwan.

Ia juga menyinggung persoalan tanggung jawab jika korban benar-benar ditemukan, termasuk proses identifikasi jenazah yang memerlukan pemeriksaan forensik hingga tes DNA.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved