Longsor Bone Bolango
Jalan Olele Gorontalo Sudah Bisa Dilalui, BPBD Ingatkan Pengendara Tetap Waspada
Longsor kembali melanda jalur Olele, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, belum lama ini.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Achril menekankan kerja sama lintas sektor sangat penting mengingat kondisi medan dan luas wilayah Bone Bolango yang menantang.
Ia menyebut sekitar 75 persen wilayah Bone Bolango masuk kategori rawan bencana, meliputi longsor, banjir, hingga hidrometeorologi lainnya.
BPBD mengakui masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan armada operasional.
“Tantangan kami salah satunya armada. Armada kami terbatas, sementara wilayah yang kami tangani cukup luas sampai ke pesisir,” jelas Achril.
Selain jumlah yang minim, sebagian besar kendaraan operasional BPBD sudah berusia tua sehingga tidak bisa bergerak cepat. Hal ini kerap membuat BPBD kewalahan ketika bencana terjadi bersamaan di beberapa wilayah.
Baca juga: Breaking News: Ayah di Gorontalo Aniaya Anak 3 Tahun, Diduga Paksa Istri Pulang
Program Mitigasi 2026
Meski terbatas, BPBD tetap berupaya memperkuat kesiapsiagaan. Pada 2026, BPBD Bone Bolango menyusun program penguatan mitigasi, termasuk pembentukan tim reaksi cepat di empat wilayah strategis.
“Mereka tinggal di wilayah itu supaya informasi bisa lebih cepat kami dapatkan,” kata Achril.
Selain itu, BPBD juga akan memperbarui kajian risiko bencana yang sebelumnya berakhir pada 2025.
Imbauan untuk Masyarakat
Achril mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana agar lebih waspada dan aktif memantau informasi cuaca dari BPBD maupun BMKG.
“Cuaca sekarang tidak menentu. Masyarakat kami harap lebih aktif melihat informasi terkait curah hujan,” ujarnya.
Ia juga meminta pengguna jalan di jalur Olele untuk tidak memaksakan diri melintas saat hujan deras dan selalu mengutamakan keselamatan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-jalan-Olele-Bone-Bolango-Gorontalo.jpg)