Longsor Bone Bolango

Jalan Olele Gorontalo Sudah Bisa Dilalui, BPBD Ingatkan Pengendara Tetap Waspada

Longsor kembali melanda jalur Olele, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, belum lama ini.

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
TANAH LONGSOR -- Kondisi jalan Olele Bone Bolango, Gorontalo.Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo, mengungkapkan jalan sudah bisa dilalui kendaraan. Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ringkasan Berita:
  • Jalur Olele kembali dilanda longsor, yang merupakan kejadian berulang dalam empat bulan terakhir
  • BPBD bersama Balai Jalan Nasional, TNI, dan Polri segera menangani lokasi
  • BPBD menyiagakan tim khusus, merencanakan program mitigasi 2026

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Longsor kembali melanda jalur Olele, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, belum lama ini.

Peristiwa ini bukan yang pertama. Dalam empat bulan terakhir, kawasan tersebut tercatat beberapa kali mengalami longsor, bahkan sempat disertai banjir.

Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo, menjelaskan bahwa longsor di Olele merupakan kejadian berulang akibat kondisi tanah yang labil serta curah hujan tinggi dan tidak menentu.

“Longsor di Olele ini sudah beberapa kali terjadi. Empat bulan lalu ada longsor besar, beberapa hari kemarin juga longsor, kemudian disusul banjir,” ujar Achril, Selasa (6/1/2026).

Begitu menerima laporan dari masyarakat maupun aparat setempat, BPBD langsung melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.

Koordinasi ini penting karena jalur Olele merupakan akses vital yang menghubungkan pesisir Bone Bolango dengan Kota Gorontalo sekaligus bagian dari jalur Trans Sulawesi. Setiap gangguan di jalur ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan arus transportasi.

Achril memastikan kondisi jalan di lokasi longsor kini sudah bisa dilalui kendaraan. Namun, ia menegaskan pengendara tetap harus waspada.

“Alhamdulillah jalannya sudah bisa dilalui. Tapi pengendara harus lebih hati-hati karena masih becek dan berlumpur akibat hujan,” jelasnya.

Baca juga: Breaking News: Ayah di Gorontalo Aniaya Anak 3 Tahun, Diduga Paksa Istri Pulang

Titik Rawan dan Karakteristik Tanah

Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo pada Selasa (6/1/2026)
TANAH LONGSOR -- Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo, saat diwawancarai TribunGorontalo.com pada Selasa (6/1/2026). Jalanan di Olele Bone Bolango, kini bisa dilalui kendaraan. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

BPBD mencatat titik longsor berada di Desa Olele Dusun III. Tanah di kawasan tersebut tergolong labil dan mudah jenuh air, sehingga berpotensi longsor setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Kondisi geografis ini membuat Olele menjadi salah satu titik rawan longsor di Bone Bolango. Terlebih, intensitas hujan di Gorontalo dalam beberapa pekan terakhir cenderung meningkat.

Material longsor kerap menutup badan jalan dan membahayakan pengguna. Untuk mitigasi, BPBD menyiagakan satu tim khusus di sekitar lokasi guna melakukan pemantauan rutin, terutama saat hujan.

“Kami menyiapkan satu tim di lokasi. Setiap ada hujan atau kejadian, itu selalu kami pantau,” kata Achril.

Dalam pelaksanaan di lapangan, BPBD bekerja sama dengan TNI dan Polri, termasuk Polsek dan Koramil, untuk pengamanan serta pengaturan lalu lintas.

“Kalau ada kejadian, mereka langsung mengamankan lokasi,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved