Breaking News
Minggu, 8 Maret 2026

Warga Gorontalo Disekap

Sosiolog Ungkap Akar Masalah Fenomena Warga Gorontalo Nekat Bekerja di Kamboja

Menurut Halid Lemba, Dosen Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo, gejala ini merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi oleh banyak faktor

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosiolog Ungkap Akar Masalah Fenomena Warga Gorontalo Nekat Bekerja di Kamboja
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
SINDIKAT SCAMMER -- Dosen Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo, Halid Lemba, saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu (27/6/2025). Halid mengungkap fenomena banyaknya orang Indonesia yang ingin bekerja ke Kamboja. 

Imbauan Bupati Gorontalo 

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengingatkan warganya untuk berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri.

Beberapa waktu lalu, pemuda asal Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, Agus Hilimi (28), diduga menjadi korban sindikat penipuan daring (scammer) di Kamboja.

Menurut Bupati Gorontalo, kasus yang menimpa Agus Hilimi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat Gorontalo. 

Ia menjelaskan bahwa korban berangkat ke Kamboja tanpa melalui prosedur yang benar.

"Kalau lewat dinas, kita arahkan" ujar Sofyan Puhi kepada wartawan setelah meninjau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bongohulawa, pada Kamis (28/8/2025).

Ia menambahkan, visa yang digunakan Agus ternyata adalah visa wisata, bukan visa kerja.

"Ternyata berhasil juga, tapi awalnya tidak seperti janji. Itu kendalanya," imbuhnya.

Sofyan Puhi mengungkapkan, Agus Hilimi tidak sendirian. 

Ada satu orang yang berangkat bersamanya, namun berhasil melarikan diri di Jakarta. 

Teman Agus merasa curiga karena mereka diharuskan mengganti identitas.

"Dia (teman Agus Hilimi) curiga, disuruh mengganti identitasnya. Dia curiga dan dia melarikan diri," jelas Bupati.

Saat ini, pihak pemerintah daerah Gorontalo terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk kantor perwakilan di Manado, untuk mengupayakan pemulangan Agus Hilimi.

"Yang satu ini (Agus) sudah dijebak. Tapi kami terus berusaha bagaimana kami bisa pulangkan," terang Bupati.

Untuk mencegah kejadian serupa, Bupati Sofyan Puhi mengimbau masyarakat Gorontalo, khususnya yang mendapat tawaran kerja di luar negeri, agar berkonsultasi terlebih dahulu dengan dinas terkait.

"Pokoknya kalau ada undangan ke luar negeri, tanya di dinas. Betul enggak ini?" pungkasnya.

 


(TribunGorontalo.com/HT/FAK)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved