Berita Viral
Guru Ancam Cekik Siswa Saat Upacara, Diduga Alami ODGJ, Disdik Turun Tangan
Guru Harmini, yang tercatat sebagai tenaga pengajar di SDN 5 Kedondong, tiba-tiba muncul di SDN 9 Kedondong pada Senin, 28 Juli 2025
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Guru-Intimidasi-Murid-mxcns.jpg)
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran Muhammad Rinaldi angkat bicara untuk menanggapi viralnya video dugaan intimidasi dan arogansi seorang guru di SDN 9 Kedondong.
Rinaldi meminta agar kasus ini ditangani serius dengan langkah tegas oleh dinas terkait.
Dia mengatakan, sejak awal video beredar di media sosial, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran untuk mengonfirmasi kebenaran kejadian sekaligus memastikan tindak lanjutnya.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Hari ini 26 Agst 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan
“Waktu video awal mencuat, saya langsung hubungi kadis untuk konfirmasi kejadian dan menanyakan tindak lanjutnya. Menurut pengakuan kadis, oknum tersebut sudah diarahkan untuk tes kesehatan jiwa,” ujar Rinaldi, Minggu (24/8/2025).
Ia menegaskan, hasil pemeriksaan kesehatan jiwa itu nantinya akan menjadi dasar bagi Disdikbud untuk melakukan evaluasi dan pemberian sanksi.
DPRD, kata dia, akan ikut mengawal agar penanganan kasus ini tidak berlarut-larut.
“Nantinya hasil tes tersebut yang akan menjadi dasar evaluasi dan pemberian sanksi dari dinas pendidikan. Kami ingin ada langkah jelas supaya kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.
Rinaldi berharap insiden ini menjadi perhatian serius semua pihak agar anak-anak tetap merasa aman dan nyaman belajar di sekolah.
Saat dikonfirmasi, Kepala Disdikbud Pesawaran Anca Martha Utama membenarkannya.
Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin (28/7/2025) lalu.
Guru berinisial H, yang tercatat sebagai tenaga pengajar di SDN 5 Kedondong, tiba-tiba mendatangi SDN 9 Kedondong ketika upacara berlangsung.
“Yang bersangkutan langsung melakukan intimidasi kepada guru dan siswa, bahkan sampai nekat secara verbal akan mencekik seorang murid tanpa alasan yang jelas,” kata Anca, Minggu (24/8/2025).
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com