Orang Hanyut di Gorontalo
Jeritan Pilu Ibu Arya Husain Korban Tenggelam di Sungai Bolango Gorontalo 'Mama Tunggu ti Nunu'
Yulanda Tamimu (42), ibu kandung Arya Husain, remaja yang tenggelam, tampak menangis histeris di dekat jembatan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yulanda-Tamimu-ibu-Arya-Husain.jpg)
Saat itu, Arya bersama temannya, Fikri, mendatangi Jembatan Jodoh di Jalan Ahmadi Hiola, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, untuk mengecek ketinggian air setelah mendengar kabar debit Sungai Bolango meningkat.
Setibanya di lokasi, Arya memutuskan untuk turun ke sungai tanpa busana. Pakaian korban diketahui masih tertinggal di atas jembatan.
Tak lama berselang, tubuh Arya terseret arus deras.
Fikri yang panik berusaha menolong dengan mengulurkan tangan.
Ia sempat berhasil memegang tangan Arya, tetapi genggamannya terlepas dan Arya akhirnya hanyut terbawa arus. Itulah saat terakhir korban terlihat.
Setelah kejadian, Fikri bergegas kembali ke Desa Luwoo untuk melaporkan kejadian tersebut. Laporan baru diterima warga sekitar pukul 16.00 Wita.
Diperkirakan Arya sudah tenggelam sejak pukul 15.30 Wita, mengingat jarak tempuh dari lokasi kejadian ke desa membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pencarian.
Sungai Bolango memang sering kali menelan korban jiwa. Salah satunya adalah Fauzan Gani, seorang remaja 15 tahun yang hilang di sungai ini pada bulan Mei lalu.
Tragedi serupa sebelumnya terjadi di Februari 2023, ketika warga menemukan jasad remaja 14 tahun bernama Irham Rahma.
Bahkan, pada tahun 2022, seorang remaja 12 tahun juga sempat dinyatakan hilang.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)