Orang Hanyut di Gorontalo
Jeritan Pilu Ibu Arya Husain Korban Tenggelam di Sungai Bolango Gorontalo 'Mama Tunggu ti Nunu'
Yulanda Tamimu (42), ibu kandung Arya Husain, remaja yang tenggelam, tampak menangis histeris di dekat jembatan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yulanda-Tamimu-ibu-Arya-Husain.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Yulanda Tamimu (42), ibu kandung Arya Husain, remaja yang tenggelam, menangis histeris di dekat Jembatan Jodoh, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com pada Rabu (20/8/2025), Yulanda berdiri di pinggir sungai dan berteriak memanggil-manggil anaknya.
"Mama tunggu ti Nunu, uti (Nunu adalah sebutan anak laki-laki dalam bahasa Gorontalo). Ti mama somo panggil di rumah ti nunu," teriak Yulanda.
Suara Yulanda semakin meninggi diiringi tangisan. Ia terus memanggil nama sang anak.
"Arya, Arya, ayo pulang, Nak, pulang," panggilnya di pinggir sungai.
Yulanda, yang saat itu mengenakan jilbab hitam, kaus putih, dan celana batik, menenteng tasnya sambil menatap kosong ke arah sungai tempat anaknya hilang.
Seorang ibu yang merupakan atasan Yulanda di tempat kerja datang dan merangkulnya dengan hangat untuk menenangkan.
Yulanda terus memanggil anaknya, sementara Alit Husain, anak kedua Yulanda, berjongkok di pinggir sungai sambil melihat aliran air.
Di belakang mereka, sang ayah hanya berdiri diam membisu, melihat anaknya yang belum juga ditemukan.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan bersama TNI dan Polri masih melakukan pencarian di sepanjang bantaran sungai menggunakan perahu karet. Namun, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.
Di sekitar jembatan, warga masih memadati lokasi, sebagian berada di atas jembatan dan sebagian lagi di bawah. Akibat banyaknya warga yang menonton, arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi sedikit macet.
Baca juga: Detik-detik Arya Husain Terseret Arus Sungai Bolango Gorontalo, Sempat Ditolong Teman
Kronologi Kejadian
Arya Husain (14) dilaporkan hilang pada Selasa sore (19/8/2025) di Jembatan Jodoh, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Identitas korban dikonfirmasi oleh Kepala Desa Luwoo, Ibrahim Rahman, yang mewakili pihak keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Ibrahim, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita.
Saat itu, Arya bersama temannya, Fikri, mendatangi Jembatan Jodoh di Jalan Ahmadi Hiola, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, untuk mengecek ketinggian air setelah mendengar kabar debit Sungai Bolango meningkat.
Setibanya di lokasi, Arya memutuskan untuk turun ke sungai tanpa busana. Pakaian korban diketahui masih tertinggal di atas jembatan.
Tak lama berselang, tubuh Arya terseret arus deras.
Fikri yang panik berusaha menolong dengan mengulurkan tangan.
Ia sempat berhasil memegang tangan Arya, tetapi genggamannya terlepas dan Arya akhirnya hanyut terbawa arus. Itulah saat terakhir korban terlihat.
Setelah kejadian, Fikri bergegas kembali ke Desa Luwoo untuk melaporkan kejadian tersebut. Laporan baru diterima warga sekitar pukul 16.00 Wita.
Diperkirakan Arya sudah tenggelam sejak pukul 15.30 Wita, mengingat jarak tempuh dari lokasi kejadian ke desa membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pencarian.
Sungai Bolango memang sering kali menelan korban jiwa. Salah satunya adalah Fauzan Gani, seorang remaja 15 tahun yang hilang di sungai ini pada bulan Mei lalu.
Tragedi serupa sebelumnya terjadi di Februari 2023, ketika warga menemukan jasad remaja 14 tahun bernama Irham Rahma.
Bahkan, pada tahun 2022, seorang remaja 12 tahun juga sempat dinyatakan hilang.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.