HUT ke 80 RI

Terlihat Identik, Ini Perbedaan Bendera Merah-Putih Indonesia dan Monako dari Warna hingga Rasio

Meski terlihat serupa karena warnanya yang sama Merah-Putih, bendera Indonesia dan Monako sebetulnya memiliki perbedaan yang menarik untuk disimak.

Editor: Prailla Libriana Karauwan
istimewa
PEREDAAN - Dua bendera yang sama-sama menggunakan warna Merah di atas dan Putih di bawah. Namun ini perbedaan yang menarik dari kedua bendera ini 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Meski terlihat serupa karena warnanya yang sama Merah-Putih, bendera Indonesia dan Monako sebetulnya memiliki perbedaan yang menarik untuk disimak.

Jarak kedua negara ini lebih dari 11 ribu kilometer, namun warna merah-putih menjadi simbol penting bagi nasional masing-masing.

Bendera Indonesia memiliki rasio tinggi dan lebar 2:3 sehingga tampilannya lebih memanjang.

Sedangkan bedera Monako menggunakan sario 4:5 yang membuat bentuknya tampak lebih persegi.

Selain itu, warna pada bendera Indonesia pun cenderung lebih cerah dibandingkan Monako yang cenderung gelap.

Baca juga: Rayakan HUT ke-80 RI, Restoran di Indonesia Beri Harga Spesial Mulai dari Rp8 Ribu

Sejarah di balik kedua bendera juga berbeda.

Dilansir dari Kompas.com adapun perbedaan sejarah di balik kedua bendera ini, yang sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. 

Kilas sejarah di balik bendera Indonesia dan Monako 

Bendera Indonesia 

Bendera merah-putih Indonesia berakar dari kerajaan Majapahit yang berdiri pada abad ke-13. 

Namun, Sang Saka Merah Putih dapat berkibar di langit sebagai simbol Negara Indonesia memiliki sejarah perjuangan yang panjang. 

Melansir Setneg.go.id, Pimpinan Barisan Propaganda Jepang, Hitoshi Shimizu, menyerahkan dua blok kain merah dan putih berbahan katun kepada pemuda Indonesia Chairul Basri pada Oktober 1944. 

Baca juga: Momen Spesial HUT ke-80 RI di Gorontalo Utara: Dihadiri Turis Asing, Program G210 Jadi Sorotan

Itu dilakukan sebagai bagian dari janji Jepang, yang sudah terdesak, akan kemerdekaan Indonesia pada tahun berikutnya. 

Di tangan Ibu Fatmawati, bendera Sang Saka Merah Putih lahir. 

Kain merah dan putih itu dijahit tangan menjadi bendera dengan dua jalur horizontal yang sama lebar. 

Menurut pidato Soekarno pada 1945, warna merah dipilih untuk mewakili kepahlawanan dan kejujuran, lalu putih mewakili kebenaran dan kesucian. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved