CKG Sekolah

Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Resmi Dimulai Hari Ini Senin 4 Agustus 2025

Program andalan Presiden Prabowo resmi dimulai hari ini. Program ini menyasar pada seluruh siswa baik yang duduk di bangku SD, SMP maupun SMA

|
Editor: Prailla Libriana Karauwan
Istimewa
KESEHATAN - Sejumlah siswa saat pelaksanaan program cek kesehatan gratis untuk sekolah dan remaja di SDN Jati 03 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu, (7/5/2025). Program andalan Presiden Prabowo resmi dimulai hari ini. Program ini menyasar pada seluruh siswa baik yang duduk di bangku SD, SMP maupun SMA 

Kick-off CKG Srkolah akan dilaksanakan di 12 lokasi.

Berikut daftarnya 

  • SD Cideng 02 Jakarta Pusat
  • Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Jagakarsa Jakarta Selatan
  • SMKN 26 Jakarta Timur
  • Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat
  • SMA Negeri 6 Tangerang Selatan
  • SD Prestasi Global, Depok
  • SMPN 5 Kota Bandung
  • Madrasah Tsanawiyah Persis 1-2 Kota Bandung
  • SLB Negeri Semarang
  • SMPN 1 Padangan Bojonegoro
  • Pesantren Al-Amanah, Sidoarjo
  • SMPK Penabur Gading Serpong

Saran Ahli 

Terkait program CKG Sekolah, Pakar Epidemiologi Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman M.Sc Ph.D memberikan saran.

Ia mengingatkan ada bahaya laten yang selama ini luput dari pantauan, kadar gula darah anak.

Menurutnya, tren pola makan anak-anak Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan. 

Bukan hanya karena kebiasaan jajan yang tidak sehat, tapi juga karena paparan terus-menerus terhadap makanan dan minuman berkadar gula tinggi.

“Ini masalah angka gula darah dalam tubuh anak ini,” ungkap Dicky pada keterangannya, Minggu (3/8/2025). 

Ia menekankan bahwa gula adalah 'mother of disease', pemicu utama berbagai penyakit metabolik.

Dan hal ini semakin sulit dikendalikan karena konsumsi minuman kemasan dan junk food di kalangan pelajar terus meningkat.

Lebih lanjut, Dicky berbagi pengalamannya saat melakukan kunjungan ke China beberapa waktu lalu. 

Di negara tersebut, ia menyaksikan secara langsung bagaimana pemerintah menerapkan program bebas minuman bergula (sugary drink-free) di sekolah-sekolah.

“Mereka punya program untuk sekolah itu free untuk sugary drink, ya namanya. Atau bebas minuman berkadar gula. Jadi mereka disediakan minum, ya minum air putih saja. Ataupun jus buah, gitu, tanpa gula,” jelasnya.

Kebijakan tersebut dinilai efektif untuk melatih preferensi anak-anak terhadap minuman sehat sejak usia dini. 

Program itu juga menjawab seruan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk membatasi dua komponen berbahaya yang dikonsumsi secara berlebihan oleh manusia saat ini yaitu gula dan garam.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved