Senin, 9 Maret 2026

Berita Viral

Waspada Penipuan Berkedok Seleksi Pegawai Badan Gizi Nasional, Simak Penjelasan Pihak BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan terkait seleksi pegawai yang mengatasnamakan lembaga ini. 

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Waspada Penipuan Berkedok Seleksi Pegawai Badan Gizi Nasional, Simak Penjelasan Pihak BGN
Generated by AI
REKRUTMEN PEGAWAI -- Ilustrasi penipuan rekrutmen pegawai, dibuat oleh ChatGPT. Badan Gizi Nasional memperingatkan masyarakat perihal dugaan penipuan rekrutmen pegawai yang mengatasnamakan BGN. 

"Perusahaan yang profesional tidak mungkin langsung menerima begitu saja," sambung Sawitri. 

4. Cek sumber informasi lowongan pekerjaan 

Sawitri meminta pencari kerja untuk memerhatikan penyampaian informasi pada iklan yang berisi lowongan pekerjaan. 

Jika informasi yang tertera banyak typo, penggunaan huruf kapital yang tidak tepat, atau salah tanda baca, pencari kerja harus berhati-hati dengan hal ini. 

Selain itu, hal lain yang perlu diwaspadai adalah informasi yang disampaikan tanpa memiliki poin yang jelas dan ejaan tidak sesuai EYD. 

"Cobalah cari situs lowongan pekerjaan yang menyediakan informasi lowongan kerja yang mempunyai kredibilitas tinggi," saran Sawitri.

 Ia juga mengatakan, setiap perusahaan yang mengiklankan lowongan pekerjaan diharuskan untuk mencantumkan detail menyeluruh. 

Informasi tersebut meliputi profil perusahaan, jenis pekerjaan, gaji, lokasi, job desk, termasuk kualifikasi yang dibutuhkan.

5. Ada pungutan biaya 

Sawitri menyampaikan, perusahaan fiktif akan meminta sejumlah uang untuk biaya transportasi atau registrasi. 

Bila pencari kerja juga diarahkan untuk menggunakan agen travel atau hotel tertentu ketika melamar pekerjaan, pencari kerja sebaiknya waspada dengan hal ini. 

"Berhati-hatilah karena ini adalah salah satu modus yang oknum-oknum sering pakai," imbuh Sawitri. 

Ia mengingatkan supaya pencari kerja tidak memercayai pihak yang meminta sejumlah uang ketika rekrutmen.

Pencari kerja perlu memahami bahwa perekrut sudah pasti digaji oleh perusahaan sehingga mereka tidak mematok bayaran kepada kandidat.

"Jika mereka mengharuskan Anda untuk membayar biaya untuk mengirimkan resume atau melanjutkan ke tahap wawancara, kemungkinan besar itu penipuan," jelas Sawitri. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved