Berita Viral
Waspada Penipuan Berkedok Seleksi Pegawai Badan Gizi Nasional, Simak Penjelasan Pihak BGN
Badan Gizi Nasional (BGN) memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan terkait seleksi pegawai yang mengatasnamakan lembaga ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-penipuan-rekrutmen-pegawai.jpg)
"Seperti menerima kandidat dari semua jenjang pendidikan dan keahlian yang dibutuhkan hanya keahlian dasar," ujar Sawitri dalam keterangan resminya kepada Kompas.com, Sabtu (5/8/2023).
"Padahal untuk posisi yang mereka tawarkan sebenarnya memerlukan keterampilan khusus," sambungnya.
Ia juga mengingatkan, pencari kerja sebaiknya berhati-hati dengan informasi lowongan kerja yang diterima apalagi jika iklannya menawarkan gaji besar namun tidak menyebutkan posisi yang sedang dibuka.
2. Cermati email dan laman perusahaan
Cara lain untuk mengidentifikasi keaslian lowongan kerja adalah mengecek email dan laman perusahaan.
Sawitri menyampaikan, perusahaan yang membuka lowongan kerja akan mencantumkan email resminya.
Perusahaan menyertakan email untuk menerima lamaran atau memanggil kandidat untuk wawancara.
"Alamat email perusahaan palsu biasanya domain gratis atau web based seperti Yahoo dan Gmail," jelas Sawitri.
Sawitri juga menerangkan, email perusahaan yang benar-benar membuka lowongan pekerjaan bisa diidentifikasi.
Simak contohnya berikut ini:
Resmi : namapenerima@namaperusahaan.com
Fiktif: nama.perusahaan@gmail.com atau namahrd@yahoo.com.
3. Langsung diterima kerja
Sawitri menyampaikan, kejanggalan lowongan kerja yang palsu bisa diketahui jika salah satu pihak langsung memanggil pencari kerja untuk bekerja tanpa mengikuti tes dan wawancara.
Padahal, kata Sawitri, idealnya proses rekrutmen membutuhkan waktu berkala dan kandidat harus melalui beberapa tahapan sebelum diterima bekerja.
"Selain itu, perusahaan akan memastikan kandidat memiliki skill dan memenuhi persyaratan rekrutmen," jelasnya.