Berita Internasional
Ini Penyataan Rusia hingga Bikin Trump Baper dan Kerahkan Kapal Selam Nuklir
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia kembali memanas, kali ini dipicu sindiran pedas dari mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kapal-selam-Rusia-kembali-ke-jalur-tempur-usai-diterjang-rudal-Ukraina.jpg)
Meski Uni Soviet bubar pada 1991, sisa-sisa persaingan itu tak pernah benar-benar hilang.
Di satu sisi, AS dan Rusia masih saling bekerja sama di beberapa bidang penting, seperti pengendalian senjata nuklir (START Treaty), penanganan terorisme, hingga eksplorasi luar angkasa lewat Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Namun di sisi lain, keduanya kerap bentrok kepentingan, terutama soal perluasan NATO ke Eropa Timur, konflik di Ukraina, Suriah, dan tuduhan campur tangan Rusia dalam politik domestik AS.
Karena sama-sama negara nuklir dengan pengaruh global besar, Washington dan Moskow mau tak mau tetap menjaga saluran komunikasi.
Tapi di level retorika, saling sindir hingga ancaman terbuka kerap muncul, untuk menunjukkan posisi kuat ke publik masing-masing.
Konteks inilah yang membuat setiap pernyataan keras, seperti sindiran Medvedev dan respons Trump dengan pengerahan kapal selam nuklir, memicu kekhawatiran akan lahirnya kembali ketegangan ala Perang Dingin — atau yang sering disebut banyak pengamat sebagai “Perang Dingin Jilid Dua”.
(*)
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Ledakan Guncang Ibukota Iran di Hari Kelima Perang dengan Amerika, Serangan Terjadi saat Fajar |
|
|---|
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|