Covid 19
Varian XFG Covid-19 Kini Dominasi Indonesia, Kemenkes Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali mengumumkan perkembangan terkini terkait situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Covid-19-Varian-Baru-cfbds.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali mengumumkan perkembangan terkini terkait situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.
Hingga pekan ke-30 tahun 2025, varian baru yang dikenal sebagai Stratus atau XFG dilaporkan menjadi varian dominan menggantikan varian sebelumnya.
Dalam laporan resminya, Kemenkes menyebut bahwa varian XFG telah mencakup 75 persen kasus positif pada Mei dan bahkan 100 persen kasus pada Juni 2025.
Selain XFG, varian XEN juga sempat tercatat sebesar 25 persen pada Mei lalu.
Meski tergolong varian dengan risiko rendah, masyarakat tetap diminta menjaga kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid.
“Varian dominan di Indonesia adalah XFG (75 persen pada Mei, dan 100 persen pada Juni), dan XEN (25 persen pada Mei),” tulis keterangan resmi Kemenkes yang dikutip di Jakarta pada Senin (28/7/2025).
Baca juga: Baliho Bukan Jalan Kontener Bertebaran di Kota Gorontalo, Pemprov Siap Tinjau Aturan
Varian dominan Covid-19 yang ada di Indonesia saat ini termasuk dalam kategori varian dengan risiko rendah.
Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap menjaga protokol kesehatan.
Total Kasus Covid-19 di Indonesia
Per minggu ke-30 di 2025 (M30), dari 186 pemeriksaan, terdapat 13 kasus positif.
Kasus positif kumulatif tahun 2025 terbanyak dilaporkan di DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan DI Yogyakarta.
Baca juga: Daftar Lengkap Gaji ASN per Golongan Agustus 2025 Plus Tunjangan Usai Terdampak Inflasi
Sementara total kasus Covid-19 dari M1-M30 tahun 2025 sebanyak 302 kasus dari total 13.010 spesimen diperiksa (positivity rate 2,32 persen).
Apa itu varian XFG?
XFG ini menjadi varian nomor 1 dalam hal Spread dimana per 13 Juni yang sudah terdeteksi di 130 negara dimana paling banyak dari Eropa dan Asia per Juni 2025.
Varian ini didominasi turunan dari LF.7.9 yang secara umum memiliki karakteristik yang sama dengan JN.1
JN.1 masih menjadi Variants of Interest (VoI) sejak ditetapkan pada Desember 2023.
Berdasarkan penilaian risiko, JN.1 merupakan varian yang berisiko rendah (low) di tingkat global.
Sehingga tidak ada indikasi subvarian ini lebih menular atau menyebabkan keparahan dibandingkan subvarian sebelumnya.
Bagi kelompok ini yakni para lansia dan/atau orang yang memiliki komorbid tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan Kemenkes RI
Kasus konfirmasi Covid-19 belum bisa dikatakan menurun.
Meskipun kenaikan dan penurunannya tidak terlalu signifikan, kondisi ini tetap perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Masyarakat masih terus dan diimbau untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).
Seperti menerapkan etika batuk/bersin untuk menghindari penularan kepada orang lain, cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun (CTPS) atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker bagi masyarakat jika jika berada di kerumunan atau sedang sakit seperti batuk, pilek, atau demam.
Baca juga: Mantan Staf Ahli Kapolri Soroti Blunder Reza Gladys dalam Sidang Lawan Nikita Mirzani
Serta segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko.
Artikel ini telah tayang di PosBelitung.co
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.