Konflik Thailand Vs Kamboja
Thailand dan Kamboja Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata, Malaysia Jadi Penengah
Setelah empat hari bentrok di area perbatasan, Thailand dan Kamboja akhirnya sepakat gencatan senjata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Baku-tembak-di-perbatasan-Thailand-Kamboja.jpg)
Klaim yang disengketakan sebagian besar berakar pada peta tahun 1907 yang dibuat oleh penguasa kolonial Prancis. Kamboja menggunakan peta tersebut sebagai referensi, sementara Thailand menganggapnya tidak akurat.
Ketegangan sempat mereda setelah Mahkamah Internasional pada tahun 1962 dan 2013 memberikan kedaulatan atas kuil Preah Vihear kepada Kamboja.
Namun, insiden pada Februari 2025, ketika pasukan Kamboja memasuki kuil kuno Preah Vihear dan menyanyikan lagu kebangsaan mereka, memicu pertengkaran singkat dengan pasukan Thailand.
Puncaknya pada Mei 2025, konflik kembali meletus saat angkatan bersenjata kedua negara saling tembak di "wilayah tak bertuan" yang menyebabkan satu tentara Kamboja tewas.
Meskipun ada kesepakatan untuk meredakan situasi, pejabat kedua negara terus saling ancam dengan berbagai tindakan, termasuk pembatasan perbatasan oleh Thailand dan boikot ekonomi oleh Kamboja.
Situasi memanas secara dramatis setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak singkat pada akhir Mei 2025.
Puncaknya, awal pekan ini, Thailand menuduh Kamboja memasang ranjau darat baru di wilayah sengketa, setelah dua tentara Thailand terluka parah akibat ledakan ranjau darat.
Sebagai respons, Bangkok menarik duta besarnya dari Phnom Penh dan mengumumkan pengusiran utusan Kamboja pada Rabu malam.
Pada Kamis pagi, konflik semakin tak terkendali ketika militer Thailand mengerahkan kekuatan udara.
Salah satu dari enam jet tempur F-16 melancarkan serangan, menghancurkan target militer Kamboja, menurut Kolonel Richa Suksuwanon, wakil juru bicara tentara Thailand.
Baca juga: Baku Tembak hingga Saling Tuduh, Apa Penyebab Konflik Thailand dan Kamboja?
Pemerintah Kamboja mengecam keras "agresi militer yang sembrono dan brutal" oleh Thailand, menuduh pelanggaran kedaulatan dan perjanjian sebelumnya.
Phnom Penh juga mengklaim jet tempur Thailand menjatuhkan dua bom di jalan di wilayah Kamboja.
Pasca-bentrokan, Thailand memerintahkan penutupan semua perlintasan perbatasan dengan Kamboja karena kekhawatiran eskalasi militer yang lebih luas.
Kedua negara juga telah mengeluarkan pernyataan yang saling menuduh sebagai pemicu pertempuran.