Selasa, 10 Maret 2026

Berita Gorontalo

Jalan HOS Cokroaminoto Gorontalo Kerap Dilintasi Kontainer Tuai Protes Warga, Bakal Buat Gapura

Sejumlah warga memprotes truk kontainer kerap melalui Jalan HOS Cokroaminoto. Mereka pun memasang spanduk yang bertuliskan 'Bukan Jalur Kontainer'

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Jalan HOS Cokroaminoto Gorontalo Kerap Dilintasi Kontainer Tuai Protes Warga, Bakal Buat Gapura
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KERUSAKAN JALAN -- Spanduk bertuliskan 'Bukan Jalur Kontainer' di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Gorontalo Senin (28/7/2025). Spanduk tersbeut merupakan ungkapan protes dari warga 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sejumlah warga memprotes truk kontainer kerap melalui Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahgan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Senin (28/7/2025).

Jalan ini memiliki panjang 0,943 km dengan lebar sekira 7,8 km ini menjadi jalur terpadat dengan lalu lintas tinggi pasca diberlakukannya sistem satu arah di Jalan Pandjaitan.

Akibatnya, truk kontainer juga ikut melintasi jalan tersebut.

Dengan adanya truk kontainer tersebut memicu debu tebal, kerusakan pada permukaan jalan, hingga putusnya kabel internet.

Tak terkecuali juga gangguan kesehatan warga akibat debu yang dihasilkan.

Baca juga: Viral Pria Nekat Raba Wanita di Toko Gorontalo, Pelaku Diinterogasi Warga

Pantauan TribunGorontalo.com, suasana Jalan HOS Cokroaminoto memang ramai seperti biasanya.

Kendaraan berupa mobil, motor, bentor kerap lalu lalang di jalan tersebut.

Namun, ketika truk kontainer yang melintas, seketika jalan tersebut berdebu.

Truk dengan muatan yang berat juga membuat jalan HOS Cokroaminoto berlubang.

Baca juga: Harga iPhone 15 dan iPhone 15 Pro Max Turun Drastis di Agustus 2025, Cek Daftar Lengkapnya

Dengan ukurannya yang besar, kadang nyaris mengambil seluruh badan jalan sehingga kendaraan lainnya harus menepi.

Apalagi di bibir jalan terdapat pengerjaan kanal membuat tambah parah kondisi di jalan ini.

"Jalan yang sempit dan padat permukiman membuat lalu lintas truk sering memicu kemacetan, debu bertebaran, hingga insiden seperti terputusnya kabel internet," ungkap KDM, perwakilan Aliansi Masyarakat Tanggidaa, Senin (28/7/2025).

Masyarakat pun tak tinggal diam melihat fenomena itu.

Sejak 2024, Aliansi Masyarakat Tanggidaa telah melakukan hal-hal yang membatasi aktifitas dari mobil besar ini.

Baca juga: PT Indomobil Finance Buka 18 Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Daftar di Sini

Namun hasilnya nihil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved