Jumat, 13 Maret 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

15 WNI Tinggal di Perbatasan Kamboja-Thailand, Kemlu RI Pastikan Mereka Bukan Korban Konflik

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban konflik Thailand-Kamboja

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 15 WNI Tinggal di Perbatasan Kamboja-Thailand, Kemlu RI Pastikan Mereka Bukan Korban Konflik
Bangkok Post
KONFLIK BERSENJATA - Pasukan Kamboja menembakkan peluncur roket BM-21 dari pangkalan mereka di Khao Laem pada Kamis pagi. Salah satu roket dilaporkan mendarat di sisi Thailand, menghantam area dekat Ban Tuan di Provinsi Si Sa Ket. (Gambar dari video yang diunggah oleh halaman Facebook Chumchon Khon Surin) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja

Konflik yang telah berlangsung selama tiga hari di wilayah perbatasan ini telah menewaskan 33 orang, mayoritas warga sipil.

Juru Bicara Kemlu RI, Roy Sumirat, mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok dan Phnom Penh.

"Sejauh ini tidak terdapat informasi mengenai adanya WNI yang terdampak. Pemerintah melalui Perwakilan RI di Kamboja dan Thailand, terus mengikuti secara seksama perkembangan di perbatasan Thailand dan Kamboja," kata Roy pada Minggu (27/7/2025).

Menurut data Kemlu, sekitar 15 WNI tersebar di wilayah perbatasan Thailand yang terdampak konflik, termasuk di Trat, Sa Kaeo, dan Ubon Ratchathani. 

Sementara itu, di wilayah perbatasan Kamboja yang mencakup Provinsi Oddar Mianchey dan Preah Vihear, belum ada laporan WNI yang mendaftar diri kepada Kemlu RI.

Roy Sumirat juga memastikan bahwa Kemlu telah menjalin komunikasi denganWNI yang berada di wilayah perbatasan kedua negara.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan memberikan dukungan kepada WNI yang berada di zona merah konflik.

Konflik antara Thailand dan Kamboja, yang memperebutkan wilayah Segitiga Zamrud yang kaya akan kuil kuno, telah memanas sejak Mei 2025. 

Pertempuran kali ini bahkan dilaporkan meluas ke negara tetangga, Laos, dengan jatuhnya peluru artileri di wilayah Laos, merusak properti di Laem Pa Paek dan Laem Makham Pom.

Pemerintah Thailand membantah keras tuduhan bahwa peluru tersebut ditembakkan oleh militernya. 

Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, menegaskan bahwa Thailand mengendalikan persenjataannya secara ketat sesuai dengan protokol internasional. 

Ia justru menuduh Kamboja sengaja menggunakan senjata jarak jauh terhadap sasaran sipil dan merekayasa insiden di Laos untuk menyesatkan pengamat internasional.

Angkatan Darat Thailand telah mengunggah bukti dari Laos di laman Facebook mereka, yang menyatakan bahwa 10 peluru dari konflik perbatasan Thailand-Kamboja mendarat di Laos. 

Meskipun menyatakan penyesalan mendalam atas kerusakan tersebut, militer Thailand menegaskan bahwa peluru itu bukan berasal dari pasukan mereka.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Guru SMP di Gorontalo Tewas Ditabrak Mobil saat Bersepeda, Ini Identitasnya

Pemerintah Thailand Tuding Kamboja Sasar Warga Sipil

Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, menuduh pasukan Kamboja sengaja menargetkan warga sipil. 

Kedua negara bertetangga ini saling tuding, masing-masing mengklaim pihak lain yang memulai tembakan di sepanjang perbatasan sengketa sepanjang 817 km.

Kementerian Kesehatan Thailand mengonfirmasi bahwa 11 warga sipil dan seorang tentara tewas dalam pertempuran yang melanda wilayah Surin, Ubon Ratchathani, dan Sisaket. Hingga kini, jumlah korban tewas dari Kamboja belum jelas.

Phumtham Wechayachai menegaskan komitmennya untuk membela kedaulatan Thailand. Ia menyatakan bahwa Kamboja melancarkan serangan tanpa provokasi di Ubon Ratchathani, Buriram, Sisaket, dan Surin. 

“Tanpa ada provokasi, mereka menembaki senjata berat tanpa pandang bulu ke wilayah Thailand, yang memaksa pasukan Thailand untuk merespons,” kata Phumtham setelah melakukan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional Thailand dikutip dari Thai PBS.

Sebagai respons, otoritas Thailand telah mengevakuasi sekitar 40.000 warga sipil dari 86 desa di dekat perbatasan. Sementara itu, otoritas Kamboja belum merilis data evakuasi warga sipil mereka.

Militer Thailand juga mengumumkan telah mengerahkan jet tempur F-16 untuk membombardir target militer di Kamboja.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kamboja menuduh pesawat Thailand menjatuhkan bom di dekat Kuil Preah Vihear, yang terletak di dekat perbatasan.

Militer Thailand lebih lanjut melaporkan bahwa tentara Kamboja telah menggunakan persenjataan berat, termasuk peluncur roket BM-21, dan menembaki area sipil di Distrik Kab Choeng. Akibat serangan ini, rumah, rumah sakit, dan pom bensin mengalami kerusakan.

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Terdampak Konflik di Thailand dan Kamboja

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved