Lipsus Desa Digital

Program Desa Digital Lamahu Gorontalo Mati Suri Diterpa Krisis Anggaran

Program canggih yang sempat bersinar terang di tahun 2017 itu, kini tak lagi berfungsi di tahun 2025.

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Program Desa Digital Lamahu Gorontalo Mati Suri Diterpa Krisis Anggaran
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
DESA DIGITAL -- Potret jalan di Desa Lamahu, Kabupaten Bone Bolango. Desa Lamahu pernah menjadi desa digital di Gorontalo sejak 2017. 

"Bukan tidak ingin menghidupkan kembali tapi memang anggarannya tidak ada," terangnya.

Akibat terhentinya operasional dan minimnya perawatan, fasilitas-fasilitas vital ini kini banyak yang rusak. 

Lampu jalan otomatis tak berfungsi, layanan internet gratis lumpuh, dan sebagian besar CCTV sudah tak berguna. 

Bahkan, command center dan aplikasi layanan darurat kamtibmas di Android pun sudah tak jalan.

Warga Desa Lamahu merasakan betul dampaknya. Ningsih Mamoto, salah seorang warga, mengenang betapa bergunanya program digitalisasi.

"Dulu itu jarang beli paket data karena ada wifi gratis tapi sekarang sudah tidak ada lagi," ujarnya. 

Selain itu, CCTV dianggap sangat penting untuk meminimalisir kejahatan. 

"CCTV dan lampu penerang jalan itu sangat perlu sekali. Kan gampang kita bisa mengetahui adanya kejahatan kalau terkontaminasi di CCTV," beber Ningsih.

Pendapat serupa dilontarkan Yuda Mamonto. Pemuda setempat itu juga merasakan kehilangan akses internet gratis. 

"Saat saya masih sekolah, tugas-tugas itu saya mudah dapat karena lewat akses internet gratis," kenangnya.

Kini, harapan terbesar Ningsih dan Yuda, serta seluruh warga Lamahu, adalah agar program yang 'mati suri' ini bisa kembali dihidupkan.

 

 

(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved