Sabtu, 14 Maret 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

12 OrangTewas Akibat Serangan Militer Kamboja, Otoritas Thailand Evakuasi 40 Ribu Warga sipil

Konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah menyebabkan 12 orang tewas.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 12 OrangTewas Akibat Serangan Militer Kamboja, Otoritas Thailand Evakuasi 40 Ribu Warga sipil
Kolase Tribunnews.com/HO
KONFLIK PERBATASAN -- Kolase foto bentrokan di perbatasan Thailand-Kamboja dan proses evakuasi warga. Sebanyak 12 nyawa melayang akibat konflik ini. 

Namun, insiden pada Februari 2025, ketika pasukan Kamboja memasuki kuil kuno Preah Vihear dan menyanyikan lagu kebangsaan mereka, memicu pertengkaran singkat dengan pasukan Thailand.

Puncaknya pada Mei 2025, konflik kembali meletus saat angkatan bersenjata kedua negara saling tembak di "wilayah tak bertuan" yang menyebabkan satu tentara Kamboja tewas. 

Meskipun ada kesepakatan untuk meredakan situasi, pejabat kedua negara terus saling ancam dengan berbagai tindakan, termasuk pembatasan perbatasan oleh Thailand dan boikot ekonomi oleh Kamboja.

Situasi memanas secara dramatis setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak singkat pada akhir Mei 2025. 

Puncaknya, awal pekan ini, Thailand menuduh Kamboja memasang ranjau darat baru di wilayah sengketa, setelah dua tentara Thailand terluka parah akibat ledakan ranjau darat.

Sebagai respons, Bangkok menarik duta besarnya dari Phnom Penh dan mengumumkan pengusiran utusan Kamboja pada Rabu malam. 

Pada Kamis pagi, konflik semakin tak terkendali ketika militer Thailand mengerahkan kekuatan udara. 

Salah satu dari enam jet tempur F-16 melancarkan serangan, menghancurkan target militer Kamboja, menurut Kolonel Richa Suksuwanon, wakil juru bicara tentara Thailand.

Baca juga: Baku Tembak hingga Saling Tuduh, Apa Penyebab Konflik Thailand dan Kamboja?

Pemerintah Kamboja mengecam keras "agresi militer yang sembrono dan brutal" oleh Thailand, menuduh pelanggaran kedaulatan dan perjanjian sebelumnya. 

Phnom Penh juga mengklaim jet tempur Thailand menjatuhkan dua bom di jalan di wilayah Kamboja

Pasca-bentrokan, Thailand memerintahkan penutupan semua perlintasan perbatasan dengan Kamboja karena kekhawatiran eskalasi militer yang lebih luas.

Kedua negara juga telah mengeluarkan pernyataan yang saling menuduh sebagai pemicu pertempuran. 

Militer Thailand menyatakan Kamboja mengerahkan pesawat tanpa awak pengintai dan pasukan bersenjata berat, termasuk artileri dan roket jarak jauh BM21, memaksa pasukan Thailand membalas. 

Mereka juga menuduh Kamboja menyerang wilayah sipil di Thailand, termasuk sebuah rumah sakit, yang menyebabkan kematian.

Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja mengutuk agresi militer yang brutal Thailand. Mereka menuduh serangan awal dan pelanggaran perjanjian, serta menyatakan pasukannya bertindak membela diri.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved