Selasa, 24 Maret 2026

Penganiayaan di Gorontalo

Hingga Kasat Reskrim Dimutasi, Kasus Pengeroyokan di GORR Gorontalo Masih Misteri

Tiga bulan sudah kasus pengeroyokan terhadap Amin Suleman, Ketua Umum LSM Gerakan Aktivis Milenial Provinsi Gorontalo (GAM PG), tak kunjung terungkap.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Hingga Kasat Reskrim Dimutasi, Kasus Pengeroyokan di GORR Gorontalo Masih Misteri
TribunGorontalo.com
FOTO STOK -- Potret tangkapan layar penganiayaan di GORR Gorontalo pada awal Mei 2025 lalu. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Tiga bulan sudah kasus pengeroyokan terhadap Amin Suleman, Ketua Umum LSM Gerakan Aktivis Milenial Provinsi Gorontalo (GAM PG), tak kunjung terungkap.

Hingga kini, belum satu pun pelaku berhasil diamankan, meski korban mengaku mengenali salah satu dari empat penyerangnya.

Ironisnya, di tengah upaya penyelidikan yang mandek ini, jabatan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Gorontalo justru masih kosong.

Iptu Faisal Ariyoga Anastasius Harianja yang sebelumnya menjabat, kini telah dipindahkan ke Bareskrim Polri. Penggantinya belum ditunjuk Polda Gorontalo.

Baca juga: Vonis 1,6 Tahun Dianggap Ringan, Kejari Gorontalo Utara Banding Putusan Korupsi Yamin Lihawa

“Masih menunggu penunjukan dari Polda. Sebentar lagi akan diisi, surat pindah Kasat kemarin sudah ada telegramnya,” kata Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri, saat dikonfirmasi, Rabu (23/7/2025).

Meski tanpa Kasat Reskrim definitif, Kapolres memastikan penanganan kasus tetap berjalan.

Namun, publik mulai meragukan efektivitasnya karena belum ada perkembangan berarti sejak Mei 2025.

“Masih proses lidik. Para pelaku sudah merencanakan, jadi cukup sulit kami ungkap. Kalau ada masyarakat yang tahu, silakan laporkan ke kami,” ujar Kapolres.

Pada awal Juni 2025, Faisal Harianja saat masih menjabat Kasat Reskrim juga sempat menyatakan hal senada.

Ia hanya meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar kasus cepat terungkap.

Terkait Dugaan Batu Hitam Ilegal

Diketahui, pengeroyokan terhadap Amin Suleman terjadi pada Senin (5/5/2025) siang di ruas Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

Insiden bermula saat Amin membuntuti sebuah truk kontainer yang diduga membawa batu hitam ilegal menuju Pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.

Amin sempat mencoba menghadang truk di beberapa titik sambil mengirim video ke aparat.

Namun, upayanya terhenti di kawasan GORR ketika empat orang tak dikenal menghadangnya dengan dua sepeda motor.

Amin dipukul dengan balok kayu hingga mengalami memar parah di sekujur tubuh.

Korban mengaku mengenali salah satu pelaku dari pertemuan di sebuah warung kopi. Namun, hingga kini penyelidikan belum menemukan titik terang.

Awal Kasus

Aksi penganiayaan keji terekam kamera di jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) baru-baru ini.

Hal itu seperti sebuah video berdurasi 38 detik yang diterima redaksi TribunGorontalo.com, Senin (5/5/2025). 

memperlihatkan dengan jelas bagaimana seorang pria menjadi bulan-bulanan empat pemuda.

Motif di balik aksi brutal ini hingga berita ini diturunkan masih belum diketahui dan tengah dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.

Waktu dan penyebab pasti kejadian ini pun masih menjadi misteri.

Namun, yang sangat mencengangkan adalah perbandingan kekuatan yang tidak seimbang.

Empat orang melawan satu orang, bahkan penganiayaan tersebut tidak hanya melibatkan tangan kosong.

Sebab, para pelaku juga menggunakan barang tumpul berupa kayu.

Dalam video amatir tersebut, sang perekam terlihat berada cukup jauh dari lokasi kejadian, diperkirakan sekitar 200 meter.

Kemungkinan merasa takut untuk mendekat, ia merekam kejadian tersebut dengan menggunakan fitur zoom pada ponselnya.

Seorang pria tampak berjalan sempoyongan setelah menerima pukulan bertubi-tubi dari keempat pemuda tersebut.

Korban sempat mencoba melawan dengan melayangkan kayu ke arah para pelaku.

Namun karena sudah dalam kondisi lemah akibat pukulan sebelumnya, ia akhirnya terhuyung dan tersungkur di pinggir jalan.

Melihat korban tak berdaya, keempat pemuda tersebut langsung melarikan diri dengan menggunakan dua sepeda motor.

Mereka menggunakan Yamaha N Max berwarna abu-abu dan Honda Genio.

Identitas keempat pelaku tidak terlihat jelas karena mereka mengenakan helm yang menutup seluruh wajah.

Ironisnya, aksi penganiayaan ini disaksikan oleh sejumlah pengendara lain yang melintas di jalan tersebut.

Namun, mereka terlihat hanya menonton tanpa berupaya untuk membantu korban.

Kemungkinan rasa takut menjadi alasan mereka enggan untuk ikut campur, meskipun melihat korban sudah dalam kondisi sangat lemah.

Bahkan, tidak terlihat satu pun pengendara mobil yang mendekati lokasi kejadian.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved