Penganiayaan di Gorontalo
Dinas PPA Kabupaten Gorontalo Dampingi Nazriel Korban Dugaan Kekerasan Anak
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Gorontalo berkomitmen memberikan pendampingan psikologis kepada Mohamad Nazriel Junus (12)
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Zescamelya-Uno-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom-Rabu-1192025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Gorontalo berkomitmen memberikan pendampingan psikologis kepada Mohamad Nazriel Junus (12) dan ibunya, Hasna Hani (35).
Langkah ini diambil setelah Nazriel mengalami trauma akibat dugaan penganiayaan dan sang ibu dirawat di rumah sakit karena syok berat.
Kepala Dinas PPA Kabupaten Gorontalo, Zescamelya Uno, menjelaskan bahwa timnya telah turun langsung bersama Camat Telaga Biru untuk memberikan pemulihan berkelanjutan bagi kedua korban.
“Anak ini mengalami trauma, kadang menangis dan gemetar sendiri karena mengingat kejadian. Itu yang kami rawat sekarang supaya tekanan-tekanan bisa hilang, dan anak kembali pulih,” jelas Zescamelya.
Ia menegaskan pendampingan akan terus dilakukan hingga kondisi psikologis keduanya benar-benar pulih.
"Begitu juga dengan ibunya, karena terlihat ada trauma mendalam,” tambahnya.
Camat Telaga Biru, Muchtar Potutu, menambahkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas PPA sejak awal.
"Fokus kami adalah kesehatan mental korban, bukan ke hal lain dulu,” ujarnya.
Kondisi korban
Ayah korban, Elfis Samsudin Junus (40), menceritakan bahwa Nazriel berubah drastis sejak kejadian.
Anak yang biasanya ceria kini lebih banyak diam, enggan keluar rumah, dan sering pucat.
Kondisi ini membuat istrinya, Hasna, sangat terpukul hingga dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Kasus dugaan penganiayaan ini sendiri sedang didalami oleh Polda Gorontalo, dengan dugaan keterlibatan oknum polisi.
Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan masih menunggu hasil visum korban.
Meskipun ada upaya permintaan maaf dari pihak terduga pelaku, Elfis menegaskan tidak akan mencabut laporannya.