Penganiayaan di Gorontalo
Dinas PPA Kabupaten Gorontalo Dampingi Nazriel Korban Dugaan Kekerasan Anak
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Gorontalo berkomitmen memberikan pendampingan psikologis kepada Mohamad Nazriel Junus (12)
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Zescamelya-Uno-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom-Rabu-1192025.jpg)
"Walaupun ada permintaan maaf, proses hukum tetap harus jalan. Ini harus jadi pembelajaran," ujar Kombes Desmont, Rabu (11/9/2025).
Kronologi kejadian
Insiden ini dilaporkan oleh ibu korban, Hasna Hani (35), ke SPKT Polda Gorontalo pada Jumat (5/9/2025) malam.
Berdasarkan laporan, Nazriel diduga dianiaya dengan cara dipukul menggunakan kayu berukuran besar.
Akibatnya, korban mengalami luka lebam dan trauma mendalam.
Elfis menceritakan kronologi kejadian. Insiden bermula pada Jumat sore, saat Nazriel terlibat keributan kecil dengan temannya saat bermain bola.
Ibu teman Nazriel menyaksikan kejadian itu dan melapor kepada suaminya, yang diketahui adalah seorang anggota polisi.
"Sebenarnya cuma masalah anak-anak," ujar Elfis.
Menurut Elfis, oknum polisi tersebut kemudian mencari Nazriel dan memintanya datang ke rumah. Namun, saat Nazriel pulang dari masjid menjelang Magrib, pemukulan itu terjadi.
"Anak saya pulang dari masjid merasa tidak ada masalah. Waktu Magrib balik lagi ke masjid. Nah, di situlah terjadi pemukulan," jelas Elfis.
Nazriel mengaku dipukul berkali-kali menggunakan "kayu besar". Jumlahnya tidak diingat, namun luka lebam terlihat jelas di tubuhnya.
(tribungorontalo.com/jp)