Berita Internasional
Donald Trump Didiagnosis Alami Gangguan Pembuluh Darah, Gedung Putih Buka Fakta Baru
Gedung Putih menegaskan bahwa secara keseluruhan, hasil tes kesehatan terbaru menunjukkan Trump tetap bugar dan layak(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Donald-Trump-resmi-didiagnosis-insufisiensi-vena-kronis.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis.
Ini adalah kondisi yang umum terjadi pada orang lanjut usia.
Dampaknya adalah darah menumpuk di pembuluh darah bagian bawah tubuh.
Kabar ini disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, Kamis (waktu setempat).
Menurutnya, kondisi tersebut terdeteksi setelah Trump menjalani pemeriksaan medis karena muncul pembengkakan ringan pada bagian bawah kedua kakinya.
“Insufisiensi vena kronis terjadi ketika katup-katup kecil di dalam pembuluh darah yang seharusnya membantu mengalirkan darah melawan gravitasi secara bertahap kehilangan kemampuannya untuk bekerja dengan baik,” ujar Leavitt menjelaskan.
Mematahkan Spekulasi Kesehatan Presiden
Leavitt mengatakan, pengumuman kondisi kesehatan Trump ini sengaja dibuka ke publik.
Hal tersebut untuk mematahkan spekulasi yang belakangan ramai beredar terkait kesehatan presiden berusia 79 tahun tersebut.
Dalam pemeriksaan terakhir pada April lalu, tim medis Gedung Putih tidak menemukan adanya tanda insufisiensi vena kronis.
Saat itu, Dr. Sean Barbabella, dokter kepresidenan, menyatakan kondisi persendian dan otot Trump normal, aliran darah baik, dan tidak ada pembengkakan.
Namun, dalam pemeriksaan lanjutan, Trump menjalani pemeriksaan pembuluh darah dan ultrasound bagian kaki sebagai langkah pencegahan.
Hasilnya menunjukkan adanya insufisiensi vena kronis, tetapi tidak ditemukan tanda-tanda penyakit yang lebih serius seperti trombosis vena dalam atau penyakit arteri.
“Ini kondisi jinak yang umum terjadi pada orang berusia di atas 70 tahun,” kata Leavitt membacakan surat resmi dari Dr. Barbabella.
Tidak Timbulkan Rasa Sakit
Leavitt menekankan bahwa kondisi tersebut tidak menimbulkan rasa sakit bagi Trump dan tidak memengaruhi aktivitas kepresidenannya.
Ia juga membantah rumor mengenai memar di punggung tangan Trump, yang sempat terlihat di foto-foto publik.