Operasi Patuh 2025
Hindari Razia Polisi di Kota Gorontalo, Seorang Siswa Alami Kecelakaan, Ngaku Punya Masalah Keluarga
Seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat menghindari razia polisi saat Operasi Patuh 2025.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Siswa-kecelakaan-karena-hindari-razia.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat menghindari razia polisi saat Operasi Patuh 2025.
Remaja berseragam batik dan celana panjang putih itu nyaris menabrak beton pembatas jalan di Jl Pangeran Hidayat, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo pada Selasa (15/7/2025).
Insiden bermula ketika seorang anggota polisi menghentikan siswa bersangkutan.
Bukannya berhenti, siswa itu sontak menarik gas dan berupaya menghindari sejumlah polisi.
Nahas dirinya hilang kendali hingga sepeda motor terjungkal.
Beruntung siswa mengenakan helm sehingga kepalanya tidak terlindungi dari benturan keras.
Sejumlah personel kepolisian berlarian untuk menolong remaja laki-laki itu.
Seorang petugas kemudian menegur siswa supaya tidak menghindari razia.
Baca juga: Puluhan Pengendara Terjaring Razia di Kabupaten Gorontalo, Tak Pakai Helm hingga Surat Tidak Lengkap
"Kenapa harus lari, untung kamu pakai helem, kalau tidak kepalamu terbentur di aspal," ungkap polisi sembari menenangkan siswa.
Siswa itu lantas menjelaskan alasan dirinya tidak berhenti ketika disetop oleh petugas.
"Ibu saya ada masalah Pak, jadi saya sudah buru-buru," jelasnya.
Akibat kecelakaan itu, sang pelajar mengalami luka lecet di bagian lengan. Ia langsung dibawa ke Puskesmas terdekat.
Adapun kendaraannya alami rusak pada bagia lampu depan sisi kiri dan lecet bagian body depan dan belakang.
Kemudian kenderaan itu dibawa ke kantor Lantas Polresta Gorontalo Kota.