Berita Internasional
AS Umumkan Kirim Lagi Senjata ke Ukraina, Trump Ubah Haluan Setelah Sempat Hentikan Bantuan
emerintah Amerika Serikat kembali memutuskan mengirimkan senjata tambahan ke Ukraina, demikian diumumkan Pentagon pada Senin malam waktu setempat (Sen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-AS-Donald-Trump-kiri-dan-Pete-Hegseth-menteri-pertahanan-AS-terlihat-saat-makan-malam.jpg)
Namun, Trump mengaku tidak ada kemajuan signifikan yang dicapai untuk mewujudkan gencatan senjata.
Keesokan harinya, Rusia meluncurkan gelombang serangan udara terbesar sepanjang konflik ke wilayah Ukraina.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin malam, Pentagon menyampaikan bahwa atas arahan Presiden Trump, Departemen Pertahanan akan segera mengirimkan “senjata pertahanan tambahan ke Ukraina agar mereka dapat mempertahankan diri, sembari kami terus bekerja untuk mencapai perdamaian yang abadi dan menghentikan pertumpahan darah.”
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa kerangka kebijakan evaluasi pengiriman militer oleh presiden akan tetap digunakan sebagai bagian dari strategi "America First" dalam kebijakan pertahanan AS.
Dengan dinamika ini, masa depan dukungan militer Amerika Serikat untuk Ukraina kembali menjadi sorotan dunia.
Perubahan arah kebijakan yang cepat memunculkan pertanyaan: apakah ini sinyal keterlibatan lebih dalam dari Washington, atau sekadar manuver politik demi agenda domestik Trump sendiri? (*)
| Di Balik Klaim “Mitra Setia”, Seberapa Jauh Rusia Bela Iran? |
|
|---|
| Iran Buka “Kartu Tersembunyi” di Perang Minggu Keempat, dari Rudal Baru hingga Jaringan Global |
|
|---|
| Iran jadi Lebih Berani! Kini Luncurkan Rudal 4.000 Km ke Diego Garcia |
|
|---|
| Padahal Tak Ikut Perang di Iran, Tapi India Justru Jadi Korban Terbesar saat Selat Hormuz Ditutup |
|
|---|
| Geger! Iran Klaim Tembak Jet Siluman F-35, AS Masih Selidiki |
|
|---|