Senin, 23 Maret 2026

Berita Internasional

AS Umumkan Kirim Lagi Senjata ke Ukraina, Trump Ubah Haluan Setelah Sempat Hentikan Bantuan

emerintah Amerika Serikat kembali memutuskan mengirimkan senjata tambahan ke Ukraina, demikian diumumkan Pentagon pada Senin malam waktu setempat (Sen

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto AS Umumkan Kirim Lagi Senjata ke Ukraina, Trump Ubah Haluan Setelah Sempat Hentikan Bantuan
Foto oleh Al Drago/UPI
AMERIKA DUKUNG UKRAINA - Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Pete Hegseth, menteri pertahanan AS, terlihat saat makan malam dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tidak terlihat, di Ruang Biru Gedung Putih di Washington, DC, pada hari Senin, 7 Juli 2025. Selama pertemuan tersebut, Trump mengatakan mereka harus mengirim senjata ke Ukraina untuk mempertahankan diri dari Rusia. Setelah makan malam, Pentagon mengumumkan senjata tambahan AS akan dikirim ke Ukraina. Foto oleh Al Drago/UPI | Lisensi Foto 

Namun, Trump mengaku tidak ada kemajuan signifikan yang dicapai untuk mewujudkan gencatan senjata.

Keesokan harinya, Rusia meluncurkan gelombang serangan udara terbesar sepanjang konflik ke wilayah Ukraina.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin malam, Pentagon menyampaikan bahwa atas arahan Presiden Trump, Departemen Pertahanan akan segera mengirimkan “senjata pertahanan tambahan ke Ukraina agar mereka dapat mempertahankan diri, sembari kami terus bekerja untuk mencapai perdamaian yang abadi dan menghentikan pertumpahan darah.”

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa kerangka kebijakan evaluasi pengiriman militer oleh presiden akan tetap digunakan sebagai bagian dari strategi "America First" dalam kebijakan pertahanan AS.

Dengan dinamika ini, masa depan dukungan militer Amerika Serikat untuk Ukraina kembali menjadi sorotan dunia.

Perubahan arah kebijakan yang cepat memunculkan pertanyaan: apakah ini sinyal keterlibatan lebih dalam dari Washington, atau sekadar manuver politik demi agenda domestik Trump sendiri? (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved