Profil Tokoh
Sosok Bripka Diana Holung, Srikandi Brimob Gorontalo Kuasai 3 Bahasa hingga Jalani Misi PBB
Sosok Bripka Diana Holung, anggota Satbrimobda Gorontalo, menjadi salah satu potret inspirasi di momentum HUT Bhayangkara tahun ini.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bripka-Diana-Holung.jpg)
Diana diketahui menguasai bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, kemudian bahasa Inggris dan Perancis. Hal ini juga yang membuat Diana mendapatkan jabatan sebagai Liaison Officer Bahasa Perancis pada FPU 1 Minusca.
Petualangan belum usai. Diana kembali dipercaya dalam Misi Minusma di Mali, negara yang terkenal sebagai salah satu zona paling berbahaya di dunia.
"Ancaman bom dari teroris dirasakan oleh anggota PBB yang bertugas dan proses perekrutan di misi Mali sangat ketat," terangnya.
Diana juga pernah menjadi trainer SWAT Senegal, LO UNPOL dengan Militer, OCHA, serta Casevac Officer di bawah pilar operasi.
"Kami dipilih karena memiliki latar belakang pernah bertugas di Unit Jibom dan Wanteror, pengalaman kami sebagai FPU di misi Minusca dan keahlian berbahasa Perancis," imbuh Diana.
Namun, di balik kebanggaan itu, Diana mengakui tantangan terberatnya bukan hanya soal ancaman bom, tetapi kerinduan pada keluarga.
"Hal tersulit di misi adalah mengatur waktu untuk keluarga yaitu anak-anak dan orang tua, karena perbedaan waktu antara 5-6 jam," ungkapnya.
Ia memanfaatkan waktu istirahat untuk tetap terhubung keluarga.
Baca juga: Profil Iptu Ismet Ishak, Kapolsek Tapa Gorontalo Pernah Viral karena Bangun Desa Terpencil
Selain itu, setiap tiga bulan sekali ia mengambil cuti 21 hari demi melepas rindu.
Bagi Diana, pengabdian di Polri adalah kehormatan besar.
"Polri adalah organisasi besar yang tugasnya sangat mulia. Dengan tantangan yang kompleks kami percaya Polri tidak akan pernah menyerah dan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," terangnya.
Kepada kaum muda, khususnya perempuan, Diana menitip pesan berharga.
"Untuk masyarakat khususnya wanita dan kawula muda, jangan jadikan kegagalan sebagai alasan untuk tidak berkembang. Tingkatkan diri, jaga sikap, dan berikan yang terbaik tanpa batas," pungkasnya.
Momentum HUT Bhayangkara ini, Diana punya mimpi sederhana, namun sarat makna.
"Rencana besar ke depan adalah mendampingi buah hati saya menjadi manusia yang bisa berguna bagi orang lain, bangsa, dan negara. Karena tidak ada keberhasilan seorang ibu lebih dari keberhasilan anak-anaknya," tutupnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)