Rabu, 11 Maret 2026

Profil Tokoh

Sosok Bripka Diana Holung, Srikandi Brimob Gorontalo Kuasai 3 Bahasa hingga Jalani Misi PBB

Sosok Bripka Diana Holung, anggota Satbrimobda Gorontalo, menjadi salah satu potret inspirasi di momentum HUT Bhayangkara tahun ini.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Bripka Diana Holung, Srikandi Brimob Gorontalo Kuasai 3 Bahasa hingga Jalani Misi PBB
TribunGorontalo.com/Hand Over
PROFIL POLISI -- Bripka Diana Holung. Anggota Satbrimobda Gorontalo ini menjadi sorotan dalam momentum HUT Bhayangkara ke-79. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Bripka Diana Holung, anggota Satbrimobda Gorontalo, menjadi sorotan dalam momentum HUT Bhayangkara 2025.

Di balik seragam Brimob, Diana rupanya menyimpan segudang pengalaman hingga pernah bertugas di benua Afrika.

Lantas, siapa Bripka Diana Holung?

Bripka Diana Hulong lahir di Manado, 30 Oktober 1984.

Diana kini tergabung dalam Satuan Satuan Brigade Mobil Daerah (Satbrimobda) Gorontalo. Tercatat sampai sekarang Diana sudah menjalani masa dinas  selama 19 tahun 7 bulan.

"Saya lulusan Diktukba Polwan 2005 Gelombang 2 penempatan Satbrimobda Gorontalo sebagai Ba Brimob," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (1/7/2025).

Jabatan yang pernah diembannya pun beragam, mulai Bamin Ops, Bamin Log, hingga Ps Panit 2 Wanteror.

Di tengah tugasnya, Diana tak luput menorehkan prestasi membanggakan.

Ia pernah dinobatkan sebagai Siswa Trengginas Dasba Brimob angkatan 29 tahun 2015 di Watukosek.

Tahun 2023, ia juga meraih penghargaan dari Kapolda Gorontalo atas kiprahnya saat bertugas di misi perdamaian PBB di Mali.

Hebatnya lagi, Diana menjadi bintara pertama yang lulus sebagai Tester FPAT AOC PBB di Entebbe, Uganda pada 2023.

Baca juga: Profil Iptu Ismet Ishak, Kapolsek Tapa Gorontalo Pernah Viral karena Bangun Desa Terpencil

Jejak langkah Diana di misi perdamaian dunia menjadi kisah yang jarang dimiliki personel wanita. Ia tercatat dua kali terjun dalam operasi PBB.

"Misi pertama kami di Central Afrika dalam Misi Minusca sebagai Liaison officer bahasa Perancis selama 15 bulan pada tahun 2019 - 2020," tuturnya.

Awalnya, ia dan tim mendaftar sebagai pasukan taktis. Namun kemampuan menguasa tiga bahasa.

"Kami mendaftar sebagai pasukan taktis karena keahlian yang kami miliki sebagai anggota Brimob," imbuhnya.

Diana diketahui menguasai bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, kemudian bahasa Inggris dan Perancis. Hal ini juga yang membuat Diana mendapatkan jabatan sebagai Liaison Officer Bahasa Perancis pada FPU 1 Minusca.

Petualangan belum usai. Diana kembali dipercaya dalam Misi Minusma di Mali, negara yang terkenal sebagai salah satu zona paling berbahaya di dunia.

"Ancaman bom dari teroris dirasakan oleh anggota PBB yang bertugas dan proses perekrutan di misi Mali sangat ketat," terangnya.

Diana juga pernah menjadi trainer SWAT Senegal, LO UNPOL dengan Militer, OCHA, serta Casevac Officer di bawah pilar operasi.

"Kami dipilih karena memiliki latar belakang pernah bertugas di Unit Jibom dan Wanteror, pengalaman kami sebagai FPU di misi Minusca dan keahlian berbahasa Perancis," imbuh Diana.

Namun, di balik kebanggaan itu, Diana mengakui tantangan terberatnya bukan hanya soal ancaman bom, tetapi kerinduan pada keluarga.

"Hal tersulit di misi adalah mengatur waktu untuk keluarga yaitu anak-anak dan orang tua, karena perbedaan waktu antara 5-6 jam," ungkapnya.

Ia memanfaatkan waktu istirahat untuk tetap terhubung keluarga.

Baca juga: Profil Iptu Ismet Ishak, Kapolsek Tapa Gorontalo Pernah Viral karena Bangun Desa Terpencil

Selain itu, setiap tiga bulan sekali ia mengambil cuti 21 hari demi melepas rindu.

Bagi Diana, pengabdian di Polri adalah kehormatan besar.

"Polri adalah organisasi besar yang tugasnya sangat mulia. Dengan tantangan yang kompleks kami percaya Polri tidak akan pernah menyerah dan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," terangnya.

Kepada kaum muda, khususnya perempuan, Diana menitip pesan berharga.

"Untuk masyarakat khususnya wanita dan kawula muda, jangan jadikan kegagalan sebagai alasan untuk tidak berkembang. Tingkatkan diri, jaga sikap, dan berikan yang terbaik tanpa batas," pungkasnya.

Momentum HUT Bhayangkara ini, Diana punya mimpi sederhana, namun sarat makna.

"Rencana besar ke depan adalah mendampingi buah hati saya menjadi manusia yang bisa berguna bagi orang lain, bangsa, dan negara. Karena tidak ada keberhasilan seorang ibu lebih dari keberhasilan anak-anaknya," tutupnya.

 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved