Berita Internasional
Iran Tolak Kunjungan Badan Energi Atom ke Situs Nuklir yang Dibom Amerika, Disebut Mencurigakan
Iran mengambil sikap keras terhadap Badan Energi Atom Internasional (IAEA) setelah konflik 12 hari dengan Amerika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KONTEKS-FOTO-Kepala-Badan-Energi-Atom-Internasional-Rafael-Mariano-Grossi-kiri.jpg)
Sementara itu, Prancis, Jerman, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk “ancaman terhadap Rafael Grossi”.
"Kami mengecam segala bentuk ancaman terhadap Direktur Jenderal IAEA dan mendukung penuh lembaga tersebut," ujar Jean-Noel Barrot, Johann Wadephul, dan David Lammy, menteri luar negeri ketiga negara tersebut dalam pernyataan mereka.
Mereka juga meminta Iran untuk menghentikan langkah memutus kerja sama, serta kembali memenuhi kewajiban hukum yang mengikat terhadap IAEA.
Meski tidak merinci ancaman yang dimaksud, media ultra-konservatif Iran Kayhan sempat menuduh Grossi sebagai mata-mata Israel dan menyerukan eksekusi terhadapnya.
Namun Iran membantah tuduhan itu. Dalam konferensi pers mingguan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa tidak ada ancaman terhadap Grossi maupun para inspektur IAEA.
Menurutnya, keputusan parlemen untuk menghentikan kerja sama mencerminkan "kekhawatiran dan kemarahan publik Iran."
Baghaei juga mengecam pendekatan politik yang diambil Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terhadap program nuklir Iran.
Korban Konflik dan Mediasi Qatar
Dalam konflik bersenjata yang berlangsung selama hampir dua pekan tersebut, Juru Bicara Kehakiman Iran, Asghar Jahangir, menyebutkan sebanyak 935 orang tewas, termasuk 132 perempuan dan 38 anak-anak, berdasarkan data forensik terbaru.
Di tengah ketegangan tersebut, para menteri luar negeri negara-negara G7 menyambut baik gencatan senjata Iran-Israel, dan mendorong dilanjutkannya perundingan untuk membahas masa depan program nuklir Iran.
"Kami menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan menyerukan agar Iran menahan diri dari mengaktifkan kembali pengayaan uranium yang tidak berdasar," tulis mereka dalam pernyataan bersama.
Sementara itu, Qatar menyatakan sedang memainkan peran penting dalam mediasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mencari solusi damai terhadap program nuklir Iran.
Presiden Pezeshkian bahkan menyampaikan permintaan maaf resmi kepada rakyat Qatar dalam pembicaraan dengan Emir Tamim bin Hamad Al Thani, setelah serangan rudal Iran sempat mengenai Pangkalan Udara Al Udeid — markas militer terbesar AS di Timur Tengah.(*)
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|