Karawo Gorontalo
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Dorong Karawo Tak Hanya Dipamerkan, Mesti Masuk Kurikulum
Upaya pelestarian budaya Karawo, sulaman khas Gorontalo, mendapat semangat baru.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KARAWO-GORONTALO-Karawo-bukan-sekadar-kain.jpg)
Bupati juga mendorong agar desa-desa seperti Tabongo Barat ditetapkan sebagai Desa Budaya, tidak hanya untuk melestarikan, tetapi juga untuk mengembangkan budaya sebagai potensi ekonomi.
"Bukan hanya untuk melestarikan, tetapi juga menjadikan budaya sebagai sumber kesejahteraan," katanya.
Ia berharap kegiatan Hirameya to Lumbung Karawo tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi sebuah gerakan budaya kolektif yang hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ketika budaya dijaga, maka jati diri daerah tetap utuh. Ketika budaya diberdayakan, maka ekonomi masyarakat akan tumbuh. Dan ketika budaya dihormati, maka bangsa akan dihargai di mata dunia,” pungkasnya. (*)
| Isnawati Ilahude Angkat Karawo Gorontalo ke Panggung Nasional Lewat Tiar Handycraft |
|
|---|
| Terungkap Alasan Pemprov Gorontalo Tunda Festival Karawo 2025 |
|
|---|
| Pj Wali Kota Ismail Madjid Janji Beri Pembinaan Khusus untuk Pengrajin Karawo Gorontalo |
|
|---|
| Hari Karawo Gorontalo 2024 Diperingati Setiap 23 Januari, Sudah Tahu? |
|
|---|
| Festival Karawo Baru Saja Dibuka, Pengunjung Lapangan Taruna Remaja Gorontalo Membludak |
|
|---|