Sabtu, 7 Maret 2026

Karawo Gorontalo

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Dorong Karawo Tak Hanya Dipamerkan, Mesti Masuk Kurikulum

Upaya pelestarian budaya Karawo, sulaman khas Gorontalo, mendapat semangat baru.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Bupati Gorontalo  Sofyan Puhi Dorong Karawo Tak Hanya Dipamerkan, Mesti Masuk Kurikulum
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
KARAWO GORONTALO -- Karawo bukan sekadar kain, tapi identitas. Dari Tabongo Barat, Bupati Gorontalo menyerukan agar sulaman khas ini masuk sekolah, ruang publik, hingga dunia digital. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Upaya pelestarian budaya Karawo, sulaman khas Gorontalo, mendapat semangat baru.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa Karawo tidak boleh hanya menjadi artefak masa lalu.

Katanya, warisan budaya Gorontalo ini harus menjadi bagian aktif dalam kehidupan modern, termasuk di ruang pendidikan dan digital.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Hirameya to Lumbung Karawo yang digelar di Tabongo Barat, Sabtu (28/6/2025).

Acara ini diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII sebagai bagian dari penguatan ekosistem budaya Karawo.

“Karawo harus masuk sekolah, harus masuk ruang-ruang publik, bahkan kalau perlu masuk ke dunia digital agar anak-anak muda kita tidak asing dengan warisan leluhur mereka sendiri,” tegas Sofyan dalam sambutannya.

Menurut Bupati, pelestarian Karawo harus menyentuh aspek yang lebih substansial, bukan hanya seremonial atau simbolik.

Ia menilai, Karawo adalah ekspresi nilai-nilai luhur masyarakat Gorontalo yang mencerminkan ketelatenan, kesabaran, dan kehalusan jiwa.

“Setiap simpul benang dalam Karawo mengandung filosofi mendalam. Ini bukan hanya kain, tapi cerita, karakter, dan identitas,” ujarnya.

Sofyan mengingatkan bahwa tantangan globalisasi dan modernisasi menuntut kerja kolektif untuk mempertahankan jati diri budaya.

Ia mengajak guru, orang tua, tokoh adat, hingga pemerintah desa menanamkan rasa bangga terhadap Karawo sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mendukung pelestarian dan pengembangan Karawo. Langkah-langkah tersebut antara lain:

-Mendorong legalitas Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

-Menyelenggarakan pelatihan desain agar produk Karawo lebih kompetitif

-Memperluas akses pasar melalui pameran dan kerja sama lintas daerah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved