Karawo Gorontalo
Isnawati Ilahude Angkat Karawo Gorontalo ke Panggung Nasional Lewat Tiar Handycraft
Isnawati Ilahude Mohammad sekaligus pemilik Tiar Handycraft, berhasil membawa kain khas Gorontalo, Karawo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KARAWO-Isnawati-Ilahude-Mohammad-Owner-Tiar-Handycraft.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Isnawati Ilahude Mohammad, dosen Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Gorontalo sekaligus pemilik Tiar Handycraft, berhasil membawa kain khas Gorontalo, Karawo, ke panggung nasional.
Lewat inovasi dan kolaborasi, Isnawati kini menjadi salah satu pelaku UMKM yang paling berpengaruh dalam pengembangan Karawo.
Isnawati memulai usahanya pada 2019 dengan fokus pada kerajinan berbahan eceng gondok.
Baru pada 2022, ia mulai merambah dunia fashion dengan produk ecoprint yang ramah lingkungan.
“Waktu itu sedang digaungkan UMKM hijau dengan green economy sebagai konsepnya, sehingga saya ambil ecoprint yang ramah lingkungan,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Namun, pasar ecoprint di Gorontalo tidak mudah ditembus. Konsumen di berbagai pameran justru mencari identitas lokal dalam produk yang ditawarkan.
“Salah satu tantangannya adalah saat masuk ke pameran, konsumen bertanya mana kekhasan Gorontalo pada produk ecoprint,” jelas Isnawati.
Dari situ, lahirlah ide untuk menggabungkan teknik ecoprint dengan motif Karawo. Produk kombinasi tersebut langsung mendapat respons positif dan menjadi favorit konsumen.
Bahkan, permintaan terhadap Karawo murni ikut meningkat.
“Setelah menjual ecoprint Karawo, muncul lagi permintaan orang minta Karawo biasa,” tambahnya.
Dalam pengembangan usahanya, Isnawati melibatkan mahasiswa dan menjalin kemitraan dengan para pengrajin Karawo.
Saat ini, mitra pengrajin yang bekerja sama dengannya telah mencapai 100 orang, tersebar di Pulubala, Biluhu, Molalahu, Dulamayo, dan kawasan lain di Kabupaten dan Kota Gorontalo.
Popularitas Karawo semakin melambung setelah Indonesia Fashion Week 2023 mengangkat Karawo sebagai tema utama.
Isnawati menyebut momen tersebut sebagai titik balik perhatian nasional dan internasional terhadap Karawo.
“Gongnya yang paling kuat menurut saya waktu pelaksanaan Indonesia Fashion Week 2023. Publik bahkan dunia internasional mulai menggunakan pakaian Karawo,” katanya.
| Terungkap Alasan Pemprov Gorontalo Tunda Festival Karawo 2025 |
|
|---|
| Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Dorong Karawo Tak Hanya Dipamerkan, Mesti Masuk Kurikulum |
|
|---|
| Pj Wali Kota Ismail Madjid Janji Beri Pembinaan Khusus untuk Pengrajin Karawo Gorontalo |
|
|---|
| Hari Karawo Gorontalo 2024 Diperingati Setiap 23 Januari, Sudah Tahu? |
|
|---|
| Festival Karawo Baru Saja Dibuka, Pengunjung Lapangan Taruna Remaja Gorontalo Membludak |
|
|---|