Konflik Iran Vs AS
Usai Serang Pangkalan Militer AS, Presiden Iran Telepon Emir Qatar
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghubungi Emir Qatar pasca serangan di pangkalan militer AS dekat Doha, Qatar pada Senin (23/6/2025).
“Kami tidak akan tunduk pada agresi siapa pun. Ini adalah logika bangsa Iran,” tegasnya.
Meski melancarkan serangan, Iran disebut telah memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Amerika Serikat dan otoritas Qatar beberapa jam sebelumnya. Presiden Trump menilai hal tersebut sebagai langkah positif.
“Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena telah memberi kami pemberitahuan lebih awal. Itu memungkinkan tidak ada nyawa yang hilang dan tidak ada yang terluka,” tulis Trump melalui akun di platform Truth Social.
Baca juga: Korea Utara Kecam Serangan AS ke Iran: Ancam Fondasi Perdamaian dan Keamanan Internasional
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya siap mengambil langkah lebih lanjut jika Amerika Serikat kembali bertindak.
“Iran siap merespons lagi jika ada tindakan lanjutan dari pihak Amerika,” tulis pernyataan kementerian luar negeri Iran yang diunggah di Telegram.
Namun, langkah Iran justru memicu kecaman dari negara-negara Arab di kawasan.
Pemerintah Qatar, lokasi pangkalan militer yang diserang, mengecam tindakan Teheran.
Kecaman serupa juga datang dari Bahrain, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, dan Irak.
“Ada hubungan yang dalam antara kedua negara, Iran dan Qatar, namun serangan ini jelas menuntut pertemuan yang tulus dan sikap yang jelas,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, dalam konferensi pers.
Serangan Israel dan dampak ekonomi
Di hari yang sama, militer Israel mengeklaim meluncurkan gelombang serangan terluasnya terhadap Iran, termasuk ke sebuah penjara di Teheran yang digunakan untuk menahan lawan-lawan politik pemerintah.
Serangan ini memperluas cakupan target Israel, dari yang sebelumnya hanya terbatas pada situs militer dan nuklir.
Sementara itu, Iran sebelumnya mengancam akan mengganggu pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Namun pasar tampaknya tidak merespons ancaman itu secara signifikan.
Harga minyak justru turun 7 persen, mencerminkan keraguan pelaku pasar terhadap kemungkinan gangguan suplai global.
Otoritas penerbangan sipil Qatar menyatakan bahwa wilayah udara negara itu telah dibuka kembali pada Selasa pagi, setelah sempat ditutup sementara akibat serangan.
(TribunGorontalo.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MasoudPezeshkian-dan-SheikhTamimbinHamadAlThani.jpg)