Konflik Iran Vs AS

Usai Serang Pangkalan Militer AS, Presiden Iran Telepon Emir Qatar

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghubungi Emir Qatar pasca serangan di pangkalan militer AS dekat Doha, Qatar pada Senin (23/6/2025).

Editor: Fadri Kidjab
Kolase TribunGorontalo.com/Wikipedia
KONFLIK TIMUR TENGAH — Kolase foto Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Masoud Pezeshkian menghubungi Emir Qatar pasca penyerangan di pangkalan kiliter AS di dekat Doha, Qatar pada Senin (23/6/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghubungi Emir Qatar pasca serangan di pangkalan militer AS dekat Doha, Qatar pada Senin (23/6/2025).

Masoud Pezeshkian ingin menyampaikan bahwa serangan itu semata-mata balas dendam kepada AS yang telah membobardir fasilitas nuklir Iran.

Pemerintah Iran disebut menghindari konfrontasi dengan Qatar.

Dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Masoud Pezeshkian  menyatakan tujuannya menelpon Emir Qatar agar semua rakyat Qatar tenang.

"Saya menghubungi Anda sesegera mungkin untuk menyampaikan bahwa insiden kemarin hanyalah reaksi terhadap keterlibatan langsung dan terbuka Amerika Serikat dalam agresi rezim Zionis terhadap wilayah Iran dan tidak boleh ditafsirkan sebagai konfrontasi antara Republik Islam Iran dan tetangganya yang bersahabat dan bersaudara, Qatar," kata Pezeshkian, seperti dilaporkan situs web resminya.

Presiden Iran juga memuji Sheikh Tamim atas semua upayanya untuk menghentikan perang dan atas dukungan, solidaritas, dan kerja sama dengan Iran.

Menyoroti upaya Iran untuk menyelesaikan masalah pada program nuklirnya, Pezeshkian berkata, "Anda tahu bahwa kami berunding untuk menyelesaikan masalah, tetapi kami diserang di tengah-tengah perundingan tersebut".

"Meskipun usulan untuk duduk di meja perundingan diajukan, tentu saja perundingan di bawah tekanan militer dan agresi terjadi untuk memaksakan tuntutan agresor. Oleh karena itu, kami tidak menerimanya sampai tanggapan yang tepat diberikan terhadap agresi yang dilakukan oleh rezim Zionis."

"Saat ini, rezim Zionis dan para pendukungnya telah menyadari bahwa Iran bukanlah Gaza, Lebanon, atau Suriah yang dapat mereka ganggu dengan beberapa serangan untuk mencapai tujuan mereka. Rakyat Iran akan berdiri teguh dan mempertahankan hak-hak mereka yang sah sampai akhir," kata Pezeshkian.

Sementara itu, Emir Qatar menekankan bahwa Qatar telah melakukan upaya signifikan, baik secara publik maupun tertutup, untuk menjaga kawasan itu aman dari provokasi rezim Zionis, termasuk agresinya terhadap wilayah Iran.

Sheikh Tamim juga menekankan bahwa pangkalan udara AS di Qatar tidak pernah dan tidak akan digunakan untuk menyerang Iran.

Seraya menambahkan bahwa ia tidak menyembunyikan fakta bahwa rudal Iran ke wilayah Qatar merupakan kejutan besar baginya dan rakyat Qatar.

"Pada saat yang sama, sembari menghargai seruan dan simpati Anda, saya tegaskan bahwa kami di Qatar melihat gambaran yang lebih besar dan cakrawala yang lebih luas. Di tengah solidaritas rakyat Qatar dengan saudara-saudara mereka di Iran selama agresi militer rezim Zionis, kami berpikir untuk memperdalam dan memperluas hubungan kami di masa mendatang," kata emir tersebut.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam terhadap agresi apa pun. 

“Kami tidak menyerang siapa pun, dan kami tidak akan pernah menerima penyerangan oleh siapa pun,” ujar Khamenei dalam pernyataan resminya, dikutip dari Reuters pada Selasa (24/6/2025). 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved