Berita Internasional
China–Taiwan Makin Tegang: Saling Klaim Soal Sejarah, Status Negara Jadi Sumber Perseteruan
Hubungan antara China dan Taiwan kembali memanas, kali ini bukan lewat senjata, tapi lewat perang kata-kata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-NARASI-Perebutan-Taiwan-bukan-hanya-soal-klaim-wilayah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Hubungan antara China dan Taiwan kembali memanas, kali ini bukan lewat senjata, tapi lewat perang kata-kata.
Kedua pihak saling klaim versi sejarah masing-masing, terutama soal siapa yang sebenarnya punya hak atas Taiwan.
Beijing semakin kesal dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, yang dalam dua pidatonya baru-baru ini menegaskan bahwa Taiwan adalah negara yang sah.
Dalam serangkaian pidato bertema "Mempersatukan Negara", Lai mengatakan bahwa China tidak punya dasar hukum maupun sejarah untuk mengklaim Taiwan.
"Taiwan tentu saja negara. Masa depan kami hanya bisa ditentukan oleh rakyat Taiwan melalui cara demokratis," ujar Lai, Selasa malam (24/6/2025).
Lai juga menekankan bahwa Republik Tiongkok (nama resmi Taiwan) sudah berdiri selama lebih dari satu abad, jauh lebih tua dibanding Republik Rakyat Tiongkok yang baru berdiri setelah kemenangan Partai Komunis tahun 1949.
"Republik Tiongkok sudah berusia 113 tahun. Republik Rakyat Tiongkok? Baru sekitar 70 tahun. Jelas sekali perbedaannya," tegas Lai.
China Balas: “Taiwan Itu Sudah Bagian dari Kami!”
Tak tinggal diam, pemerintah China langsung merespons lewat juru bicara Kantor Urusan Taiwan, Zhu Fenglian. Menurutnya, pidato Lai hanyalah provokasi yang akan dijawab dengan tindakan tegas.
"Fakta sejarahnya jelas: rakyat di kedua sisi Selat Taiwan adalah bagian dari satu Tiongkok. Itu tak pernah berubah," kata Zhu.
Ketika ditanya soal latihan militer China di sekitar Taiwan yang dianggap sebagai persiapan invasi, Zhu menjawab: "Taiwan adalah bagian dari China. Jadi tidak ada istilah 'invasi'."
Latihan Militer China Terus Berlangsung
Selama beberapa tahun terakhir, China rutin menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan.
Bahkan menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, jet tempur dan kapal perang China hampir setiap hari melintasi wilayah dekat pulau itu.
Situasi ini membuat banyak pihak khawatir, terutama karena China tidak pernah menutup kemungkinan mengambil Taiwan dengan kekuatan militer jika dianggap perlu.