Profil Tokoh
Sukses jadi Kasat Reskrim Polres Bone Bolango Gorontalo, AKP Yudhi Prastyo 3 Kali Gagal Masuk Polri
Tak ada kesuksesan yang datang tanpa perjuangan. Kalimat itu terasa nyata dalam kisah karier AKP Yudhi Prastyo, S.T.K., S.I.K, yang kini menjabat seb
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sosok-Kasat-Reskrim-Polres-Bone-Bolango-AKP-Yudhi-Prastyo-STK-SIK.jpg)
“Saya merasa setengah hati ikut tes saat itu. Akhirnya memutuskan berhenti dan pulang.”
Namun di tengah keraguan, dukungan ayahnya tak pernah surut. Di tahun yang sama, ada lagi pendaftaran Akpol—dan Yudhi kembali mencoba, meski ini adalah kesempatan terakhir karena batas usia.
Kali ini, ia belajar lebih keras, menutup semua kekurangan, dan fokus.
Hasilnya: lolos masuk 10 besar perwakilan Palembang dan dikirim ke Semarang.
“Alhamdulillah akhirnya saya lolos,” kata Yudhi dengan senyum bangga.
Meniti Karier dari Nol hingga ke Gorontalo
Lulus pendidikan pada 2015, Yudhi memulai kariernya di Polda Jambi, bertugas di bidang SDM selama dua bulan, lalu dipindah ke Polres Tanjung Timur sebagai Kanit Tipidter selama dua tahun (2016–2018).
Kemudian berpindah ke Polres Bungo menjabat KBO Lantas selama satu setengah tahun.
Setelah sejumlah penugasan dan pendidikan lanjutan, Yudhi ditempatkan di Polda Gorontalo tahun 2024.
Di sana ia pernah bertugas di Ditreskrimum dan Samapta, hingga akhirnya pada 2025 dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Bone Bolango.
Meski baru sebulan menjabat, Yudhi telah menunjukkan kinerja menonjol.
Ia mengungkap sejumlah kasus besar, di antaranya curanmor tahun 2024, hingga pembobolan rumah dengan 15 TKP.
“Prestasi itu tak lepas dari pesan ayah saya,” kata Yudhi sembari menirukan nasihat sang ayah.
"Kalau kamu jadi polisi, tugas utamamu bergaul dengan masyarakat. Layani mereka, dengarkan keluhannya, dan bantu selesaikan," pesan itu terus ia genggam.
Sosok Keluarga dan Latar Belakang
Yudhi Prastyo lahir di Sumatera Selatan, 15 Juni 1991. Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Kini, ia telah berkeluarga dan dikaruniai tiga anak.
Perjalanan hidupnya mengajarkan satu hal: bahwa impian besar memang butuh perjuangan besar.
Dan kegagalan bukanlah akhir, melainkan batu loncatan menuju keberhasilan yang lebih besar. (*)
| Sosok Dewi Ratna Polingala, Bidan Puskesmas Tilango Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Sabarudin Kamuli, Imam Masjid Al-Muqarabbin Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Noni Tabito, Lulusan Tata Busana Jadi Ketua Pengadilan Agama Suwawa Gorontalo |
|
|---|
| Profil Iptu Djon Karel Nusi, Kasi Humas Polres Bone Bolango Gorontalo Berkarier Sejak 1990 |
|
|---|
| Profil La Ode Haimudin, Kandidat Kuat Calon Ketua DPD PDIP Gorontalo |
|
|---|