Berita Gorontalo
TNI Terlibat di Sektor Pertanian, Akademisi Gorontalo Khawatir Militer Tak Fokus pada Pertahanan
Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program swasembada pangan, khususnya di sektor pertanian, mulai menuai kekhawatiran di kalangan ak
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERAN-TNI-DI-PERTANIAN-Portret-sejumlah-prajurit-TNI-tengah-melakukan-penanama.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program swasembada pangan, khususnya di sektor pertanian, mulai menuai kekhawatiran di kalangan akademisi Gorontalo.
Salah satunya datang dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Lukman Arsyad.
Dalam forum Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Triwulan I APBD dan APBD Provinsi Gorontalo 2025 yang digelar di Hotel Aston, Senin (23/6/2025), Lukman menyampaikan kegelisahannya terhadap potensi pergeseran fokus TNI ke ranah yang bukan tugas utamanya.
“Saya hanya khawatir ketika dari tentara ini mau beralih jadi urusan-urusan pertanian, khususnya sawah,” ujarnya di hadapan forum pemerintah dan militer.
Kekhawatiran Lukman tak lepas dari dinamika geopolitik global yang memanas.
Ia menyinggung konflik Iran dan Israel, serta perlombaan kekuatan militer dunia, sebagai peringatan bahwa Indonesia membutuhkan militer yang fokus pada pertahanan.
“Saat ini Iran dan Israel sementara berperang. Negara-negara besar punya rudal dan nuklir dengan jangkauan luar biasa. Kita butuh pertahanan yang siap dan fokus,” tegasnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Kolonel Inf Azhari selaku Kasiter Kasrem 133/Nani Wartabone menegaskan bahwa keterlibatan TNI di sektor pangan bukan bentuk perebutan peran sipil.
“Tidak ada TNI menyerobot itu. TNI hanya ditugaskan untuk pengawalan dan pendampingan,” katanya mewakili Danrem 133/Nani Wartabone.
Azhari menjelaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang mencanangkan pembangunan 50 batalion teritorial pada tahun ini.
“Batalion ini memiliki kompi-kompi produksi, ada pertanian, perikanan, peternakan sampai kesehatan. Di Gorontalo, karena ada lima Kodim, berarti ada lima Kompi Produksi,” jelasnya.
Kompi produksi ini nantinya akan mengelola lahan seluas lima hektare di setiap wilayah Kodim.
Yang menarik, anggota kompi direkrut dari kalangan muda yang memiliki kompetensi di bidang tersebut, lalu diberi pelatihan dan status sebagai anggota TNI.
“Anak-anak muda yang punya kemampuan akan direkrut, dilatih, dan jadi pendamping masyarakat. Tapi ini hanya tugas tambahan. Tugas utama tetap kemampuan tempur,” ujar Azhari menegaskan.
Gubernur Gusnar: Selama Sesuai Koridor, Itu Kontribusi Positif
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam forum tersebut menyambut baik sinergi antara TNI dan pemerintah dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.
| 2 Ruang Kelas SMP Tilango Gorontalo Masih Kondisi Rusak Sejak 6 Bulan Lalu Tertimpa Pohon |
|
|---|
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|