Polemik Mie Gacoan Gorontalo
Hari Kedua Penyegelan Mie Gacoan Gorontalo, Karyawan Hanya Mondar-mandir, Managemen Masih Bungkam
Memasuki hari kedua penyegelan, outlet Mie Gacoan di Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo, masih tampak tertutup dan sepi dari aktivitas pelayanan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MIE-GACOAN-Suasana-sepi-Mie-Gacoan-Gorontalo-di-hari-kedua.jpg)
Penyegelan Usai Dugaan Upah Buruh Tak Dibayar
Seperti diketahui, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea sebelumnya memerintahkan penutupan sementara aktivitas Mie Gacoan setelah muncul laporan bahwa sejumlah buruh proyek pembangunan restoran tersebut belum menerima gaji.
“Kita tutup selama Mie Gacoan belum melapor ke Polresta Gorontalo Kota,” tegas Adhan.
Wali kota menyatakan bahwa investasi tetap dibutuhkan di Gorontalo, tetapi harus dijalankan dengan memperhatikan aturan dan tidak merugikan masyarakat.
“Kita berpihak pada rakyat. Kalau memang ada pihak ketiga yang menunggak, perusahaan harus segera melapor ke polisi,” ujarnya.
Karyawan Korban yang Terabaikan
Dalam kisruh ini, karyawan outlet menjadi pihak paling terdampak. Mereka tidak terlibat dalam urusan kontraktor, namun ikut menanggung dampak penutupan.
Tanpa kejelasan dari manajemen, mereka hanya bisa datang setiap hari berharap ada informasi baru.
“Kami tidak tahu harus bagaimana. Kalau tidak datang, takutnya dibilang tidak kerja. Tapi kalau datang, tidak ada juga yang bisa dikerjakan,” ucap salah satu staf dapur.
Hari kedua ini menjadi potret nyata dari kebingungan dan ketidakpastian para pekerja yang hanya ingin mencari nafkah. (*)