Polemik Mie Gacoan Gorontalo
Hari Kedua Penyegelan Mie Gacoan Gorontalo, Karyawan Hanya Mondar-mandir, Managemen Masih Bungkam
Memasuki hari kedua penyegelan, outlet Mie Gacoan di Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo, masih tampak tertutup dan sepi dari aktivitas pelayanan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MIE-GACOAN-Suasana-sepi-Mie-Gacoan-Gorontalo-di-hari-kedua.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Memasuki hari kedua penyegelan, outlet Mie Gacoan di Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo, masih tampak tertutup dan sepi dari aktivitas pelayanan.
Namun, sejumlah karyawan terlihat mondar-mandir tanpa arah di sekitar area restoran, menanti kejelasan yang belum kunjung datang.
Pantauan Tribun Gorontalo, Kamis (19/6/2025), beberapa karyawan tampak hilir mudik di halaman depan dan sekitar pintu masuk restoran.
Ada yang sekadar duduk menunggu, ada pula yang berbicara dengan rekan kerja.
Namun tak satu pun dari mereka memberikan jawaban pasti saat ditanya soal nasib pekerjaan mereka.
"Kami tidak tahu pak," ujar salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya.
Suasana di dalam restoran pun tak jauh berbeda.
Aktivitas dapur terhenti total, meja kasir kosong, dan meja-meja pelanggan tertutup.
Tidak ada kegiatan pelayanan, tidak ada pesanan online, dan yang paling mencolok: tidak ada penjelasan dari manajemen.
Manajemen Masih Bungkam, Buruh Tak Tahu Harus Apa
Hingga kini, pihak manajemen Mie Gacoan Gorontalo masih belum memberikan pernyataan resmi terkait penutupan sementara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Gorontalo.
Saat coba dikonfirmasi ulang, manajemen tetap memilih diam.
Sikap bungkam ini memperburuk ketidakpastian yang dirasakan para pekerja.
Mereka terjebak dalam posisi sulit—tidak diberhentikan secara resmi, tapi juga tidak bisa bekerja.
“Kami cuma datang karena belum tahu statusnya. Daripada dianggap mangkir, ya kami datang saja,” kata seorang karyawan lainnya.
Penyegelan Usai Dugaan Upah Buruh Tak Dibayar
Seperti diketahui, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea sebelumnya memerintahkan penutupan sementara aktivitas Mie Gacoan setelah muncul laporan bahwa sejumlah buruh proyek pembangunan restoran tersebut belum menerima gaji.
“Kita tutup selama Mie Gacoan belum melapor ke Polresta Gorontalo Kota,” tegas Adhan.
Wali kota menyatakan bahwa investasi tetap dibutuhkan di Gorontalo, tetapi harus dijalankan dengan memperhatikan aturan dan tidak merugikan masyarakat.
“Kita berpihak pada rakyat. Kalau memang ada pihak ketiga yang menunggak, perusahaan harus segera melapor ke polisi,” ujarnya.
Karyawan Korban yang Terabaikan
Dalam kisruh ini, karyawan outlet menjadi pihak paling terdampak. Mereka tidak terlibat dalam urusan kontraktor, namun ikut menanggung dampak penutupan.
Tanpa kejelasan dari manajemen, mereka hanya bisa datang setiap hari berharap ada informasi baru.
“Kami tidak tahu harus bagaimana. Kalau tidak datang, takutnya dibilang tidak kerja. Tapi kalau datang, tidak ada juga yang bisa dikerjakan,” ucap salah satu staf dapur.
Hari kedua ini menjadi potret nyata dari kebingungan dan ketidakpastian para pekerja yang hanya ingin mencari nafkah. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.