Perempuan Inspiratif Gorontalo
Sosok Widya Pinasti Amune, Perempuan Gorontalo yang Jadi Duta Inspirasi Indonesia
Dari Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, lahir sosok perempuan muda yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Widya-Pinasti-Amune-seorang-perempuan-muda-yang-berdedikasi.jpg)
Melalui aktivitas ini, ia membangun koneksi, memperluas wawasan, dan terus menyuarakan potensi anak muda Gorontalo.
Saat ini, Widya aktif sebagai guru honorer di salah satu sekolah di Kabupaten Bone Bolango.
Ia juga pernah mengajar di SMP Negeri 1 Suwawa Timur sebagai guru Bahasa Indonesia.
Di luar kelas, ia terlibat dalam berbagai kegiatan literasi dan pengembangan seni, terutama melalui Sanggar Seni Farabi, yang menjadi ruang kreatif bagi anak muda untuk berekspresi.
“Di sela-sela waktu mengajar, saya juga aktif dalam kegiatan literasi dan fokus mengembangkan Sanggar Seni Farabi,” katanya.
Widya juga membuktikan dirinya sebagai sosok multi-talenta. Ia merupakan owner Emotional House Gorontalo, sekaligus pernah menulis naskah untuk TVRI Gorontalo.
Di tengah segala aktivitasnya, ia tetap menyiapkan banyak hal untuk masa depan.
“Saya tidak ingin menjadi perempuan yang beradu nasib dengan perspektif sosial saat ini. Saya masih harus merawat proses yang sedang saya jalani,” ujarnya.
Saat ditanya tentang motivasi terbesarnya, Widya tak ragu menyebut dua hal: senyum ibunya dan semangat adik-adiknya.
Ia ingin menjadi penunjuk arah bagi mereka, serta membuktikan bahwa karier dan pendidikan adalah kunci kemandirian perempuan.
“Yang memotivasi saya adalah juang adik-adik dan senyum ibu. Mereka butuh petunjuk dalam menemukan pengalaman. Saya percaya yang bisa menolong perempuan adalah pendidikan dan karier,” ungkapnya.
Pesan untuk Generasi Z: Jangan Tunggu Jam Dinding Bergerak
Di akhir wawancara, Widya memberikan pesan penuh makna untuk generasi muda, terutama Gen Z:
“Belajar banyak hal dan ambil kesempatan di kegiatan produktif. Pesan saya satu: waktu akan terus berjalan meskipun jam dinding di rumahmu rusak,” ucapnya sambil tersenyum. (*)
| Sosok Mega Mokoginta, Penulis dan Aktivis Muda Gorontalo Jadi Simbol Advokasi Perempuan |
|
|---|
| Mutia Imran Disambut Antusias Warga Gorontalo, Sang Ayah Bangga |
|
|---|
| Grace Benufinit, Duta GenRe Gorontalo: Saya Ingin Berdampak, Bukan Sekadar Cari Uang |
|
|---|
| Kisah Muvida Pratiwi, Pembawa Baki Pertama Asal Gorontalo di Istana Negara |
|
|---|
| Profil Mutia Imran, Bintang Dangdut Muda Gorontalo Berjuang di D'Academy 7 |
|
|---|