Perempuan Inspiratif Gorontalo
Sosok Widya Pinasti Amune, Perempuan Gorontalo yang Jadi Duta Inspirasi Indonesia
Dari Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, lahir sosok perempuan muda yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Widya-Pinasti-Amune-seorang-perempuan-muda-yang-berdedikasi.jpg)
Reporter: Inayah Nuraulia Mokodongan
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dari Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, lahir sosok perempuan muda yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menginspirasi.
Widya Pinasti Amune (24), Duta Inspirasi Indonesia Batch 6 tahun 2022, telah menorehkan jejak pengabdian dan semangat juang yang kuat demi generasi muda Gorontalo.
Sebagai lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (2019), Widya menjadikan ilmu dan pengalamannya sebagai bekal dalam membangun komunitas dan memberdayakan anak muda.
“Menjadi Duta Inspirasi bukan sekadar gelar, tapi tentang tanggung jawab yang mendalam,” ujar Widya.
Salah satu langkah berani yang diambil Widya adalah saat ia memutuskan berangkat ke Jakarta, membawa nama Gorontalo ke pusat ibu kota tanpa sokongan dana dari pemerintah.
“Tiga bulan setelah menjadi Duta Inspirasi, saya berangkat ke Jakarta sendiri. Saya pikir, sebagai kota kecil, Gorontalo perlu dilihat. Dan ini bentuk dukungan saya terhadap gerakan anak muda di level nasional,” tuturnya.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan tak harus menunggu dukungan, tapi bisa dimulai dari kemauan yang kuat dan kesadaran akan tanggung jawab sosial.
Widya telah lama aktif dalam berbagai kegiatan organisasi:
Ketua Komunitas Pena Pedia (2019–sekarang)
Ketua Bidang Minat dan Bakat SENMA FSB (2021)
Bendahara Umum HMJ Bastrasia (2020–2021)
Anggota Komunitas Jago Public Speaking (2023)
Pendiri Organisasi Pemuda Center Indonesia (2021)
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan IKMB (2021)
Melalui aktivitas ini, ia membangun koneksi, memperluas wawasan, dan terus menyuarakan potensi anak muda Gorontalo.
Saat ini, Widya aktif sebagai guru honorer di salah satu sekolah di Kabupaten Bone Bolango.
Ia juga pernah mengajar di SMP Negeri 1 Suwawa Timur sebagai guru Bahasa Indonesia.
Di luar kelas, ia terlibat dalam berbagai kegiatan literasi dan pengembangan seni, terutama melalui Sanggar Seni Farabi, yang menjadi ruang kreatif bagi anak muda untuk berekspresi.
“Di sela-sela waktu mengajar, saya juga aktif dalam kegiatan literasi dan fokus mengembangkan Sanggar Seni Farabi,” katanya.
Widya juga membuktikan dirinya sebagai sosok multi-talenta. Ia merupakan owner Emotional House Gorontalo, sekaligus pernah menulis naskah untuk TVRI Gorontalo.
Di tengah segala aktivitasnya, ia tetap menyiapkan banyak hal untuk masa depan.
“Saya tidak ingin menjadi perempuan yang beradu nasib dengan perspektif sosial saat ini. Saya masih harus merawat proses yang sedang saya jalani,” ujarnya.
Saat ditanya tentang motivasi terbesarnya, Widya tak ragu menyebut dua hal: senyum ibunya dan semangat adik-adiknya.
Ia ingin menjadi penunjuk arah bagi mereka, serta membuktikan bahwa karier dan pendidikan adalah kunci kemandirian perempuan.
“Yang memotivasi saya adalah juang adik-adik dan senyum ibu. Mereka butuh petunjuk dalam menemukan pengalaman. Saya percaya yang bisa menolong perempuan adalah pendidikan dan karier,” ungkapnya.
Pesan untuk Generasi Z: Jangan Tunggu Jam Dinding Bergerak
Di akhir wawancara, Widya memberikan pesan penuh makna untuk generasi muda, terutama Gen Z:
“Belajar banyak hal dan ambil kesempatan di kegiatan produktif. Pesan saya satu: waktu akan terus berjalan meskipun jam dinding di rumahmu rusak,” ucapnya sambil tersenyum. (*)
| Sosok Mega Mokoginta, Penulis dan Aktivis Muda Gorontalo Jadi Simbol Advokasi Perempuan |
|
|---|
| Mutia Imran Disambut Antusias Warga Gorontalo, Sang Ayah Bangga |
|
|---|
| Grace Benufinit, Duta GenRe Gorontalo: Saya Ingin Berdampak, Bukan Sekadar Cari Uang |
|
|---|
| Kisah Muvida Pratiwi, Pembawa Baki Pertama Asal Gorontalo di Istana Negara |
|
|---|
| Profil Mutia Imran, Bintang Dangdut Muda Gorontalo Berjuang di D'Academy 7 |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.