Perempuan Inspiratif Gorontalo
Kisah Muvida Pratiwi, Pembawa Baki Pertama Asal Gorontalo di Istana Negara
Sebagai perempuan pertama dari Provinsi Gorontalo yang mendapatkan kehormatan tersebut.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Muvida-Pratiwi-Fallugah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – 14 tahun yang lalu, Muvida Pratiwi Fallugah mengukir sejarah.
Sebagai perempuan pertama dari Provinsi Gorontalo yang mendapatkan kehormatan tersebut.
Ia membawa baki berisi bendera merah putih pada upacara HUT RI ke-66 di hadapan Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono.
"Saya Purna Paskibraka Nasional tahun 2011, bertugas sebagai pembawa bendera pagi saat itu," kata Muvida kepada TribunGorontalo.com pada Rabu (13/8/2025).
Saat itu, ia masih bersekolah di SMA Negeri 1 Gorontalo, salah satu sekolah favorit di Gorontalo.
Perjalanannya menuju tingkat nasional dimulai dari seleksi di tingkat kota, lalu provinsi, hingga akhirnya dipercaya membawa baki di level tertinggi.
Setelah menuntaskan tugasnya sebagai Paskibraka, Muvida berhasil lolos menjadi taruna Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 23 dan lulus pada 2016.
"Dengan Paskibraka, otomatis kami sudah dilatih kedisiplinan, mental, dan pengetahuan umum. Hal itu sangat bermanfaat bagi saya untuk bisa mengikuti sekolah kedinasan," tuturnya.
Setelah meniti karier di Kementerian Dalam Negeri, Muvida memutuskan untuk kembali ke Gorontalo mengikuti suaminya.
Perempuan kelahiran 26 April 1995 itu kini bekerja di Badan Kepegawaian Provinsi Gorontalo. Sementara sang suami bertugas di salah satu bank BUMN. Muvida telah dikaruniai dua anak.
Baca juga: Psikolog Gorontalo Ungkap Dampak Besar bagi Sukmawati, Korban Polisi Kabur di Hari Pernikahan
Membina Generasi Penerus
Meskipun perannya kini berbeda, semangatnya tetap sama.
Muvida kembali ke dunia yang membesarkannya, kini sebagai asisten pelatih Paskibraka Provinsi Gorontalo 2025. Ia melihat banyak perubahan dari eranya dulu.
"Perubahannya terlihat pada proses seleksi yang saat ini jauh lebih ketat," ungkapnya.
Menurut Muvida, para calon Paskibraka saat ini harus melalui berbagai ujian, mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), kesamaptaan, hingga baris-berbaris. Ia memaparkan bahwa kesiapan tim Paskibraka Provinsi Gorontalo sudah mencapai 95 persen.
"Alhamdulillah, Insyaallah mereka bisa menyelesaikan tugas dengan baik," ujarnya.
Ia berharap kisah perjalanannya dapat menginspirasi para Paskibraka Provinsi Gorontalo, termasuk dua perwakilan yang akan mengibarkan bendera merah putih di Istana Negara tahun ini.
Provinsi Gorontalo diketahui mengirim dua perwakilan Paskibraka Tingkat Nasional Tahun 2025. Mereka adalah Rahmat Hidayat (SMA N 1 Wonosari) dan Armelya Indira Zahra Habibie (MAN 1 Kota Gorontalo)
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)