Kamis, 5 Maret 2026

Polisi Dilaporkan Calon Istri

Psikolog Gorontalo Ungkap Dampak Besar bagi Sukmawati, Korban Polisi Kabur di Hari Pernikahan

Sukmawati Rahman, 24 tahun, batal menikah dengan Bripda Tri Farhan Mahieu. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Psikolog Gorontalo Ungkap Dampak Besar bagi Sukmawati, Korban Polisi Kabur di Hari Pernikahan
TribunGorontalo.com/Hand Over
BATAL NIKAH -- Psikolog Gorontalo, Temmy Andreas Habibie S.Psi., M.Psi. Psikolog Gorontalo menyoroti dampak gagal menikah bagi perempuan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sukmawati Rahman (24) batal menikah dengan pujaan hatinya, Bripda Tri Farhan Mahieu

Pembatalan ini terjadi lantaran Bripda Farhan tiba-tiba menghilang pada hari pernikahan mereka, Sabtu (9/8/2025).

Kondisi dialami Sukmawati sontak mendapat perhatian Psikolog Gorontalo, Temmy Andreas Habibie.

Pria bernama lengkap Temmy Andreas Habibie, S.Psi., M.Psi., dikenal sebagai psikolog klinis. Temmy berdedikasi dalam bidang kesehatan mental di Provinsi Gorontalo.

Ia merupakan Tenaga ahli di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo.

Alumnus Universitas Negeri Makassar ini menjelaskan bahwa kasus batal menikah di hari H dapat menimbulkan masalah psikologis yang jauh lebih berat. 

Korban bisa mengalami guncangan hebat, histeris, dan bahkan menyalahkan orang lain atau dirinya sendiri.

Dampak bagi Sukmawati Rahman

Temmy menegaskan bahwa dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar  sangat krusial agar Sukmawati bisa segera pulih.

Ia mengingatkan masyarakat, terutama tetangga dan orang terdekat, untuk tidak memperburuk keadaan dengan komentar atau stigma negatif. 

"Jangan membicarakan hal itu di depan mereka, atau bahkan memberi stigma dan diskriminasi kepada mereka," ujar Temmy kepada TribunGorontalo.com, Rabu (13/8/2025).

Tekanan berat akibat peristiwa ini bisa memicu reaksi psikologis yang berbeda pada setiap orang. 

Ada yang mampu bangkit dengan cepat, tetapi ada juga yang berisiko mengalami stres akut hingga trauma. 

Temmy menjelaskan, "Apakah hal ini berdampak jangka panjang atau tidak, tentu tergantung pada kerentanan psikologis yang bersangkutan." 

Mengalami stres akut dan trauma terhadap situasi serupa sangat mungkin terjadi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved