Perempuan Inspiratif Gorontalo
Nurlin Amelia Mahasiswi Gorontalo Belajar Bahasa Isyarat demi Perjuangkan Hak Disabilitas
Nurlin Amelia Chelsi Ngadi (22) merupakan mahasiswi semester ke-6 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nurlin-Amelia-Chelsi-Ngadi.jpg)
Terlepas dari semua kegiatan yang digandrunginya, Nurlin tetap memprioritaskan dunia akademik.
"Menurut saya, kuliah itu hak istimewa. Kalau saya lewatkan tanpa dimaksimalkan, sia-sia perjalanan ini," ungkapnya.
Baca juga: Sosok Umar Airmas, Penjahit di Pasar Satya Pradja Kota Gorontalo, Irit Makan karena Minim Pemasukan
Nurlin bercita-cita membangun komunitas edukasi berbasis teknologi yang mendukung pendidikan inklusif.
Bagi Nurlin, perempuan harus berani melawan stigma dan opini patriarki.
"Jangan dengarkan opini bahwa perempuan hanya di kasur, sumur, dapur. Perempuan itu kuat, bisa jadi apa saja selama mau berjuang," tegasnya.
Ia berharap dapat menjadi representasi perempuan muda yang menginspirasi dan memperjuangkan pendidikan ramah bagi semua kalangan.
Nurlin ingin terus belajar, peka terhadap isu-isu sosial, dan membangun karier di bidang pendidikan inklusif yang terintegrasi dengan teknologi.
"Saya ingin menciptakan sistem yang mendukung pendidikan berkualitas dan merata untuk semua kalangan," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/*)