Polemik Mie Gacoan Gorontalo
Ultimatum Wali Kota Gorontalo untuk Mie Gacoan, Lapor Polisi atau Ditutup
Baru saja dibuka enam hari lalu, kini Mie Gacoan terancam disegel oleh Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-Adhan-Dambea-dan-Mie-Gacoan.jpg)
Wali Kota Minta Mie Gacoan Lapor Polisi
Adhan mendesak Mie Gacoan segera melapor ke Polresta Gorontalo Kota perihal upah buruh.
Kendatipun masalah gaji ini diduga kelalaian pihak ketiga, Adhan justru mempertanyakan tanggung jawab Mie Gacoan.
"Kalau itu benar, maka Mie Gacoan lapor ke polisi. Tapi sampai dengan sekarang belum melapor, berarti kesalahan ada sama mereka," terang Adhan.
Wali Kota juga menyayangkan keputusan Mie Gacoan yang memilih menggunakan kontraktor dari Kalimantan, alih-alih memberdayakan kontraktor lokal Gorontalo.
"Itu salah mereka kenapa ambil kontraktor dari luar, masih banyak kontraktor dari Gorontalo," tutur Adhan.
Oleh sebab itu, Adhan Dambea memberikan ultimatum kepada pihak Mie Gacoan.
"Kita tutup selama Mie Gacoan belum melapor ke Polresta Gorontalo Kota," tegasnya.
Adhan mengakui bahwa dirinya sangat mendukung investor masuk Kota Gorontalo, namun setiap investor harus mengikuti regulasi yang berlaku.
"Kita memang butuh investasi tetapi bukan investasi yang merugikan rakyat," pungkasnya.
Mengenal Mie Gacoan
Bisnis kuliner milik Anton Kurniawan ini resmi dibuka di Jl Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (11/6/2025).
Sejak hari pertama dibuka, para pembeli membeludak hingga membuat pelayan kewalahan.
Dari sisi sejarah, Mie Gacoan pertama kali didirikan pertama kali pada awal tahun 2016 di Malang, Jawa Timur.
Per tahun 2025, Mie Gacoan telah memiliki lebih dari 280 gerai di seluruh Indonesia. Mayoritas tersebar di Pulau Jawa, dan berhasil mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan.