Rabu, 11 Maret 2026

Berita Gorontalo

Potensi Besar Rumput Laut Gorontalo Utara Siap Digarap, Rencana 7,8 ton per Hektar Setiap Bulan

Perairan Gorontalo Utara direncanakan jadi  lokasi percontohan budidaya rumput laut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Potensi Besar Rumput Laut Gorontalo Utara Siap Digarap, Rencana 7,8 ton per Hektar Setiap Bulan
freepik
RUMPUT LAUT GORONTLAO -- Potensi besar rumput laut Gorontalo Utara siap digarap! DKP Provinsi survei lokasi percontohan di Popalo & Botungobungo untuk tingkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Siap jadi tulang punggung ekonomi daerah! 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Perairan Gorontalo Utara direncanakan jadi  lokasi percontohan budidaya rumput laut.

Bahkan, tim teknis Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo telah mensurvei dan penentuan lokasinya. 

Adapun lokasi percontohan itu sesuai survey berpusat di Desa Popalo, Kecamatan Anggrek, dan Desa Botungobungo, Kecamatan Kwandang.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan PDSPKP, Fahrul Amlain menjelaskan bahwa survei ini melibatkan kelompok pembudidaya lokal dan berbagai pihak terkait.

Tujuannya adalah memastikan lokasi yang dipilih memenuhi standar teknis dan lingkungan.

Provinsi Gorontalo memiliki potensi budidaya rumput laut yang sangat besar, mencapai 4.859,98 hektar.

Potensi ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Namun, Fahrul mengakui adanya sejumlah kendala saat ini, termasuk minimnya pengetahuan pembudidaya tentang teknik budidaya sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Juga kurangnya sarana penunjang, dan masalah lingkungan akibat penggunaan bahan non-ramah lingkungan seperti botol plastik bekas sebagai pelampung.

Program percontohan ini bertujuan memperkenalkan teknik budidaya yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan sesuai dengan zonasi pemanfaatan ruang laut. 

Lokasi percontohan ini juga diharapkan dapat menjadi kebun bibit rumput laut untuk mengatasi kekurangan bibit pada musim tertentu.

Setiap lokasi percontohan akan seluas 1 hektar, dibagi menjadi empat petak berukuran 50 x 50 meter, dengan fokus pada budidaya jenis rumput laut Eucheuma cottonii.

Beberapa inovasi utama yang akan diterapkan meliputi:

Penggunaan pelampung ramah lingkungan berbahan High Density Polyethylene (HDPE) untuk mengurangi pencemaran mikroplastik.

Penerapan jarak tanam dan berat bibit yang optimal pada tali ris guna meningkatkan produktivitas.

Estimasi produksi bibit sebesar 2,6 ton per hektar pada awal tanam, dan mencapai 7,8 ton per hektar setiap bulannya.

Visi Jangka Panjang: Kemandirian dan Keberlanjutan Sektor Kelautan
DKP Provinsi Gorontalo berharap kegiatan percontohan ini bisa menjadi model bagi pembudidaya rumput laut di daerah lain.

Dengan dukungan penuh pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, budidaya rumput laut di Gorontalo diproyeksikan dapat berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan produksi, dan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program Agro Maritim yang sejalan dengan visi dan misi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail serta Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Keduanya memang punya misi memajukan sektor kelautan dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Fahrul Amlain menegaskan bahwa penetapan lokasi percontohan ini adalah langkah awal yang krusial dalam membangun sistem budidaya rumput laut yang berdaya saing.

"Kami ingin menunjukkan kepada para pembudidaya bahwa dengan pendekatan teknis yang tepat dan pemanfaatan inovasi ramah lingkungan, produktivitas bisa meningkat tanpa merusak ekosistem.

Kata dia juga, bahwa hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong kemandirian benih dan pengembangan kawasan budidaya yang berkelanjutan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved