Berita Gorontalo
95 Persen Izin Usaha Dikuasai Kuliner, Sektor Hotel Jauh Tertinggal
Sektor kuliner mendominasi nyaris seluruh lanskap perizinan usaha pariwisata di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/28092022_binte-Biluhuta.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo – Sektor kuliner mendominasi nyaris seluruh lanskap perizinan usaha pariwisata di Provinsi Gorontalo.
Fakta mengejutkan terungkap, dari total 1.308 rekomendasi perizinan yang dikeluarkan di tingkat provinsi pada tahun 2018, sekitar 95 persen di antaranya adalah usaha jasa boga seperti rumah makan, kafe, dan katering.
Angka ini menunjukkan kesenjangan signifikan dibandingkan sektor perhotelan.
Sebab, sektor ini hanya menyumbang 3 persen dari total izin, serta sektor pariwisata lainnya yang hanya 2 persen.
Dominasi luar biasa sektor kuliner ini mengemuka dalam Workshop Pengawasan dan Pembinaan Berkelanjutan terhadap Pelaku Usaha Pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo pada Kamis, 12 Juni 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Ariyanto Husain, menyoroti fenomena ini sebagai tantangan sekaligus peluang.
Kontribusi Pariwisata Masih Kecil di Tengah Pertumbuhan Pesat
Ariyanto menjelaskan bahwa saat ini, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gorontalo masih didominasi oleh sektor pertanian.
Angka PDRB dari Pertanian sekitar 37 persen, sementara sektor pariwisata hanya menyumbang sekitar 3,8 persen.
Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif justru lebih tinggi dibandingkan sektor pertanian.
Ini mengindikasikan potensi besar pariwisata untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru, asalkan sektor-sektor pendukungnya bisa tumbuh seimbang.
"Ini menandakan bahwa kuliner masih menjadi andalan utama dalam ekonomi kreatif kita. Tapi ke depannya, kita harus mulai menyeimbangkan dengan sektor lainnya agar pertumbuhan bisa lebih merata," ujar Ariyanto.
Strategi Penyeimbangan dan Persiapan Desa Kreatif
Workshop ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
Ariyanto Husain menegaskan pentingnya menghidupkan sektor sekunder dan tersier.
Keduanya itu kata dia untuk memperluas kontribusi ekonomi dari pariwisata, yang saat ini masih sangat bergantung pada sektor primer (pertanian).
Lebih lanjut, workshop ini juga menjadi bagian dari persiapan peluncuran dua desa kreatif, yakni Desa Tanggilingo dan Desa Mengolatoran, yang rencananya akan diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada kunjungan ke Gorontalo bulan September mendatang.
Ariyanto menekankan bahwa keberhasilan desa kreatif dan usaha pariwisata tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada pelayanan (hospitality) dan kebersihan.
"Kalau orang makan di restoran dan kecewa, yang kena hanya restorannya. Tapi kalau orang datang ke desa wisata dan kecewa, semua akan kena, kepala desa, camat, bahkan gubernur. Maka kebersihan dan pelayanan harus menjadi prioritas utama," tegasnya.
Sektor pariwisata sendiri merupakan salah satu unsur dalam program unggulan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie, dan terus dikembangkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Gorontalo. (*)
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
| 5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.