Berita Viral
Demi Sekolah Anaknya, Ibu di Surabaya Ini Rela Antre Sejak Jam 4 Subuh: Sudah Gagal Dua Sekolah
Seorang ibu di Surabaya ini viral. Dirinya menjadi sorotan warganet sebab sejak subuh dia sudah mengantre.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/pendaftaran-siswa-baru-viral.jpg)
Dinas Pendidikan Surabaya akan memastikan seluruh lulusan SD di Surabaya dapat melanjutkan pendidikan ke SMP.
Saat ini, Dispendik Surabaya telah merampungkan ujicoba Pendaftaran tahap pertama, 26-31 Mei 2025 lalu.
Total, sebanyak 33.191 siswa telah berhasil melakukan ujicoba.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh, uji coba pendaftaran membuka kesempatan kepada wali murid untuk mencocokkan hasil verifikasi data dengan aplikasi.
Sehingga, seluruh data saat pendaftaran telah valid. "Terutama, jalur domisili. Titik rumahnya ini sudah pas apa belum. Sehingga, ini bisa dilihat saat ujicoba tersebut. Di internal kami, trial ini juga untuk mengukur bandwidth, kapasitas server, hingga aplikasinya. Ini semua tentu kami siapkan," tandas Yusuf.
Baca juga: 113 CPNS Dosen dan Tendik Resmi Bergabung di UNG, Rektor Sambut dengan Penuh Harapan
Di samping melalui lembaga pendidikan negeri yang hanya memiliki jumlah daya tampung sekitar 18 ribu siswa baru, pemerintah juga mengajak wali murid untuk mulai mengkaji sekolah swasta.
Dengan jumlah sekolah yang jauh lebih banyak dibanding sekolah negeri, lembaga swasta memiliki data tampung lebih besar.
Deri sekitar 38 ribu lulusan SD di Surabaya, hanya sekitar 18.720 siswa yang bisa masuk 585 rombongan belajar (rombel) di 63 SMP Negeri se-Surabaya.
Sehingga, sekitar 20 ribu lainnya harus bersekolah di lembaga swasta.
Di sisi lain, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya meminta Dinas Pendidikan Surabaya untuk transparan dalam memastikan kuota siswa yang diterima.
Sekolah swasta juga meminta sekolah negeri untuk tidak menambah jumlah siswa di atas kuota yang telah disepakati sejak awal.
"Tiga tahun terakhir ini sudah berjalan baik untuk proses penerimaan murid baru, artinya ada pemerataan. Karenanya, kami meminta kepada Pemkot Surabaya untuk berkomitmen untuk melanjutkan yang sudah baik ini," kata Wakil Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Wiwik Wahyuningsih dikonfirmasi terpisah.
Baca juga: 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut Izin Usahanya, Diduga Langgar UU dan Putusan MK
Sesuai hasil koordinasi, SMP negeri di Surabaya hanya akan menerima 44 persen (sekitar 17 ribu) dari total lulusan SD di Surabaya yang mencapai 38 ribu.
"Nah, itu sudah dikunci untuk kuotanya," katanya.
"Jangan sampai, di saat penutupan atau selesai, kemudian ada alasan-alasan pemenuhan pagu sehingga menjadi lebih dari 17 ribu. Sehingga, ini harus menjadi komitmen bersama," tandas Wiwik.
| Viral! Dua Gadis Tunarungu Lolos Kerja di Matahari, Ternyata Saudari Kembar, Banjir Dukungan |
|
|---|
| Viral Curi Uang Pedagang Nasi Uduk, Pria di Bekasi Dibekuk Polisi |
|
|---|
| DPR Turun Tangan, PHK Karyawan Mie Sedaap Resmi Disetop |
|
|---|
| Bayi 6 Bulan Meninggal, Keluarga Salahkan Puskesmas: Tabung Oksigen Kosong, Ambulans tak Ada |
|
|---|
| Anak jadi Korban Kekerasan Pacar sang Ibu saat Check In di Hotel |
|
|---|