Polisi Keroyok TNI
BREAKING NEWS: Konflik Polisi Vs TNI Gorontalo Berakhir Damai, Murni Kesalahpahaman
Konflik antara anggota TNI dan dua polisi Papua Barat di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo akhirnya berakhir damai.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mediasi-konflik-TNI-Vs-Polisi.jpg)
Kapten Inf Suyono menjelaskan insiden bermula ketika anggota TNI menaiki becak motor (bentor) yang dikemudikan oleh Ical.
Saat memasuki perumahan di kawasan Polres Gorontalo, jalan yang dilewati bentor terhalang beberapa sepeda motor.
Anggota TNI itu kemudian meminta pemilik sepeda motor untuk memindahkan kendaraannya.
Namun, dua anggota Brimob yang berada di lokasi justru tersinggung karena permintaan anggota TNI itu.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Anggota TNI Gorontalo Dikeroyok 2 Brimob Papua Barat Bersama 7 Warga
Ipda AP, anggota Polda Papua Barat yang sedang cuti di Gorontalo itu langsung memukuli anggota TNI dan sopir bentor.
Aksi kekerasan ini juga didukung tujuh warga di sekitar lokasi. Sehingga total sembilan orang yang mengeroyok dua korban.
"Karena oknum anggota Brimob itu mabuk, dia bareng temannya dan tujuh masyarakat memukuli anggota TNI," jelas Kapten Inf Suyono ditemui TribunGorontalo.com pada Kamis (5/6/2025) pagi.
Kapten Inf Suyono mengatakan bahwa anggota TNI itu mengalami lebam di mata sebelah kiri.
“Jadi awalnya mereka nggak tahu dia anggota TNI. Setelah bilang ‘saya anggota’ baru berhenti dipukul,” ujar Suyono.
"Semalam anggota TNI karena tidak terima dilaporkan lah ke Polres Gorontalo, buat laporan karena pemukulan itu," tambahnya.
Meski sempat terjadi ketegangan, pelaku dan korban telah dipertemukan. Kini konflik dinyatakan berakhir.
Kapten Suyono berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hubungan TNI-Polri disebut selama ini harmonis. Apa yang terjadi di Polres Gorontalo adalah murni kesalahpahaman.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)